Prof. Raymond Rubianto Tjandrawinata Raih Doktor Ilmu Hukum dengan Summa Cumlaude
Tanggal Posting : Rabu, 16 September 2026 | 06:05
Liputan : Redaksi OMAIdigital - Dibaca : 40 Kali
Prof. Raymond Rubianto Tjandrawinata Raih Doktor Ilmu Hukum dengan Summa Cumlaude
Selamat Prof. Raymond Rubianto Tjandrawinata meraih Doktor Ilmu Hukum dengan Summa Cumlaude dari UPH.

OMAIdigital.id- Prof. Raymond Rubianto Tjandrawinata kembali menorehkan capaian akademik gemilag. Pakar farmakologi biomolekuler Indonesia dan Pionir Periset OMAI berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Hukum dengan predikat summa cumlaude dari Universitas Pelita Harapan (UPH), Selasa, 15 September 2026.

Gelar doktor ilmu hukum tersebut diraih melalui disertasi berjudul "Pembadanan Model Paten Farmasi Progresif yang Berkeadilan dalam Sistem Hukum Kekayaan Intelektual."

Sidang Akademik Terbuka Promosi Doktor Hukum UPH dipimpin oleh Dr. (Hon). Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc. sebagai Ketua Sidang.

Prof. Raymond mempertahankan disertasinya di hadapan tim promotor, ko-promotor, dan oponen ahli yang terdiri atas sejumlah akademisi dan praktisi hukum.

Tim akademik tersebut antara lain: Assoc. Prof. Dr. Henry Soelistyo Budi, S.H., LL.M. sebagai Promotor dan Prof. Dr. FX. Adji Samekto, S.H., M.Hum. sebagai Ko-Promotor.

Sementara jajaran oponen ahli terdiri atas: Prof. Dr. Rahmi Jened, S.H., M.H.; Prof. Tomi Suryo Utomo, S.H., LL.M., Ph.D.; Assoc. Prof. Dr. Velliana Tanaya, S.H., M.H.; Hayyan Ul Haq, S.H., LL.M., Ph.D.; serta Dr. dr. Oloan E. Tampubolon, SpAnKIC, KNA, MHKes.

Doktor Ilmu Hukum UPH

Menjembatani Sains dan Hukum

Perjalanan akademik Prof. Raymond di bidang ilmu hukum memiliki karakter yang unik. Prof. Raymond sebelumnya dikenal luas melalui kiprahnya di bidang biokimia, farmakologi molekuler, bioteknologi farmasi, dan pengembangan inovasi obat bahan alam- OMAI (Obat Modern Alami Integratif).

Pria kelahiran 7 Januari 1964, di Jember, Jawa Timur ini, ditengah aktifitasnya memimpin Pusat Riset OMAI DLBS Dexa Group, juga mengabdikan diri sebagai Kepala Program Studi Magister Bioteknologi, Fakultas Bioteknologi, Universitas Atma Jaya, Jakarta.

Prof. Raymond Tjandrawinata menyelesaikan gelar Sarjana di Bidang Kimia dan Biologi di University of the Pacific di Stockton, CA. Memperoleh gelar M.Sc dan Ph.D Bidang Biokimia dari University of California, Riverside.

Melanjutkan Postdoctoral Fellow UCSF Bidang Farmakologi Molekuler di California San Francisco School for Medicine. Gelar MBA didapatnya dari Ageno School of Business di San Francisco, CA. Sedangkan gelar D.Sc diraihnya di International Board of Alternative Medicine.

Selain itu, Raymond Tjandrawinata ditunjuk sebagai Fellow American College of Nutrition (FACN) dan Royal Society of Chemistry (FRSC). Raymond juga tertarik mempelajari Traditional Chinese Medicine (TCM) dengan mengikuti pendidikan di East West School of Herbal Medicine di Santa Cruz, CA.

Kemudian mempelajari Akupunktur dari Dr. Ho Chul Kil, Direktur Sekolah Akupunktur Internasional Indonesia di Jakarta.

Makalah ilmiah hasil karya Raymond Tjandrawinata diterbitkan di berbagai Jurnal Ilmiah yang diindeks oleh ICI, PubMed dan Scopus, dan telah disitasi lebih dari 2.300 publikasi yang tercatat oleh Google Scholar dengan H-index saat ini 24.

Paten Farmasi dan Kepentingan Publik

Judul disertasi yang diangkat menunjukkan perhatian terhadap bagaimana sistem paten farmasi dapat dikembangkan secara progresif sekaligus berkeadilan.

Dalam konteks industri farmasi, paten memiliki fungsi penting untuk memberikan perlindungan terhadap hasil penelitian dan inovasi. Di sisi lain, sistem kekayaan intelektual juga bersinggungan dengan kepentingan publik, terutama ketika inovasi tersebut berkaitan dengan produk kesehatan dan obat.

Persoalan inilah yang membuat kajian hukum paten farmasi tidak semata-mata menjadi diskursus hukum bisnis, tetapi juga bersentuhan dengan kebijakan kesehatan, inovasi nasional, industri farmasi, dan akses masyarakat terhadap teknologi kesehatan.

Menguatkan Ekosistem Inovasi Indonesia

Pencapaian gelar doktoral bidang hukum ini memperluas spektrum keilmuan Prof. Raymond: dari laboratorium dan riset biomolekuler menuju ranah hukum dan kebijakan.

Sebelumnya, kontribusinya terhadap bioteknologi farmasi juga mendapat pengakuan akademik. Pada Selasa 15 November 2022 menerima Anugerah Gelar Profesor Kehormatan Bidang Bioteknologi Farmasi dari Unika Atma Jaya Jakarta dari Unika Atma Jaya, di Unika Atma Jaya Kampus 3 BSD, Banten.

Kehormatan ini diberikan untuk pertama kalinya oleh Unika Atma Jaya, karena Dr. Raymond R. Tjandrawinata dinilai telah terbukti memiliki teroboson dan sumbangsih ilmu pengetahuan bagi perkembangan ilmu bioteknologi farmasi.

Tampak hadir pada Pemberian Anugerah Gelar Profesor tersebut, antara lain: Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Kerja Sama Unika Atma Jaya, Dr. Yohanes Eko Adi Prasetyanto, Dekan Fakultas Teknobiologi Unika Atma Jaya, Yogiara Ph.D., Pimpinan Dexa Group, Ferry Soetikno, Pimpinan Dexa Medica, V. Hery Sutanto, dan jajaran Direksi Dexa Group.

Dengan diraihnya doktor hukum, perjalanan tersebut memasuki fase baru: mempertemukan science, innovation, intellectual property, dan public interest dalam satu kerangka pemikiran.

Bagi Indonesia yang tengah membangun ekosistem riset dan inovasi, perspektif lintas disiplin semacam ini memiliki relevansi strategis.

Tantangannya bukan hanya menghasilkan inovasi, tetapi juga memastikan inovasi memiliki landasan hukum yang kuat, memberikan insentif bagi penemu, sekaligus mempertimbangkan kepentingan masyarakat.

Link Promosi Doktor Hukum Prof. Raymond Tjandrawinata: https://www.youtube.com/live/UmHgNYFgh4w?si=-2jvSl1AjSWa4dsX

Promosi Doktor Hukum Prof. Raymond Rubianto Tjandrawinata dengan predikat summa cumlaude karena itu menjadi catatan penting dalam perjalanan akademiknya-sekaligus menandai perjumpaan antara dunia sains, hukum, inovasi farmasi, dan keadilan kesehatan di Indonesia. Redaksi OMAIdigital.id


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2026. All Right Reserved

@omaidigital.id

MENULIS sesuai FAKTA, MENGABARKAN dengan NURANI

Istagram dan Youtube: