![]() |
| 15 Keunggulan herbal Modern Indonesia untuk masuk pasar global, apa saja...? |
OMAIdigital.id- Di tengah melonjaknya kurs USD terhadap nilai tukar rupiah, ada peluang mendulang devisa jika Indonesia mampu memanfaatkan potensi herbal ke pasar global. Nilainya sangat menjanjikan...!
Guru Besar Kehormatan Bioteknologi Farmasi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Prof. Raymond R. Tjandrawinata mengatakan Indonesia dapat menjadi produsen obat modern alami berstandar global.
Industri Fitofarmaka atau obat herbal global diproyeksi terus meningkat, nilainya dapat mencapai USD 600 miliar atau sekitar Rp. 10.600 triliun (kurs Rp 17.667 per dolar AS) pada 2030.
Indonesia dinilai dapat mengambil peluang tersebut karena keanekaragaman hayati yang besar, yakni lebih dari 30.000 spesies tanaman obat.
Prof. Raymond R. Tjandrawinata - yang juga menjabat Business Development and Scientific Affairs Director PT Dexa Medica mencontohkan negara China dan India berani membangun ekosistem kesehatan yang mengintegrasikan herbal medicine ke dalam layanan medis modern secara menyeluruh.
"Indonesia memiliki biodiversitas terbesar kedua di dunia. Langkah selanjutnya adalah membangun sistem kesehatan yang mengintegrasikan obat berbasis biodiversitas alam ke dalam layanan kesehatan formal, sebagaimana China dan India telah membuktikannya," ujar Raymond dalam keterangannya, 18 Mei 2028.
Menurut Raymond, negara China membangun Traditional Chinese Medicine (TCM) sebagai bagian dari sistem rumah sakit nasional hingga diterima sebagai global herbal drug. Sementara India mendirikan rumah sakit Ayurveda berskala nasional dengan ekosistem riset dan uji klinis yang kuat.
"Keduanya membuktikan bahwa kekayaan alam yang didukung sains dan sistem yang terintegrasi mampu melahirkan industri kesehatan berskala dunia. Indonesia memiliki seluruh fondasi itu," ungkapna.
Selama lebih dari dua dekade, Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS) mengembangkan Obat Modern Alami Integratif (OMAI) berbasis sains modern dan evidence-based medicine. Proses ini mencakup riset mendalam, standardisasi bahan alam, hingga uji klinis ketat untuk memastikan efikasi dan keamanan setiap produk yang dihasilkan.
"Kami sudah mengekspor fitofarmaka Indonesia ke beberapa negara seperti Filipina dan Kamboja. Tenaga medis di sana menggunakan dan merekomendasikan produk Indonesia karena standar internasional, efikasi, dan safety-nya sudah terbukti," kata Raymond.
Menurut dia, TCM dan Ayurveda berkembang melampaui terapi promotif dan preventif. Sementara portfolio OMAI Dexa Group kini mencakup terapi kuratif berbasis sains berbasis bahan alam untuk penguatan sistem imun, terapi herbal untuk perempuan dengan polycystic ovarian syndrome (PCOS), hingga terapi pendukung pemulihan stroke berbasis biodiversitas Indonesia.
"China dikenal karena TCM. India dikenal karena Ayurveda. Harapannya, dunia mengenal Indonesia karena kemampuan kita mengubah biodiversitas menjadi obat modern yang diterima secara global," tambahnya.
15 Keunggulan OMAI, Ini Dia...!
Pusat Riset OMAI DLBS Dexa Medica- sebagai Pionir Riset OMAI- memiliki banyak faktor pembeda, sehingga unggul dalam banyak aspek. Pembeda tersebut adalah:
1. Komitmen menggunakan 100% Biodiversitas Indonesia
2. Discovery obat baru dari bahan alam dengan teknologi penapisan modern menggunakan metode TCEBS (Tandem Chemistry Bioassay System).
3. Proses ekstraksi di DLBS menggunakan Advance Fractionation Technology (AFT)- proses pembuatan ekstraksi bertingkat untuk menemukan fraksi spesifik yang tepat untuk mengobati penyakit. Bioactive fraction yang dihasilkan DLBS memiliki kemurnian yang lebih tinggi dibandingkan ekstrak biasa.
4. Hasil risetnya dipatenkan selain di Indonesia, juga di berbagai negara (Hak Atas Kekayaan Intelektual- yang diakui di tingkat internasional)
5. Uji klinis mengacu pada CUKB (Cara Uji Klinis yang Baik) yang ditetapkan BPOM
6. Mendukung Kemandirian Obat Nasional
7. Menggunakan pendekatan Biomolecular Science
8. Menggunakan pendekatan EBM-evidence based medicine
9. Melakukan produksi yang sesuai dengan Good Manufacturing Practices
10. Kegiatan litbang di DLBS, sudah diakreditasi independen oleh auditor KNAPPP (Kemenristek BRIN) dan AAALAC (Association for Assessment and Acreditation of Laboratory Animal Care International)
11. Sertifikasi laboratorium, dan proses riset yang mengacu pada standart internasional (ISO, GCP International)
12. Mendapat beragam penghargaan internasional dan nasional: WIPO Medal for Inventor Award, SINTA Award, Habibie Award, dan lain-lain.
13. Hasil riset terindek di Jurnal Internasional dan Nasional (Scopus, SINTA, dan lain-lain)
14. Mendapat trust dari profesi Kesehatan di Indonesia dan manca negara
15. Dipasarkan di pasar nasional dan global market. Redaksi OMAIdigital.id


















