![]() |
| Perkembangan Industri Baru dengan segala inovasi barunya perlu penegasan untuk tercapainya Keadilan Sosial. |
OMAIdigital.id- Pertanyaan yang sering muncul adalah: ke arah mana industri akan bergerak, tren apa yang akan membentuk masa depan, dan katalis apa yang akan mendorong pergeseran paling signifikan dalam waktu dekat?
Bagaimana positioning antara derasnya inovasi dalam banyak bidang dengan keadilan sosial. Sebuah diskursus- pertukaran ide, gagasan, atau pemikiran inilah yang dikupas menarik dalam artikel "Menyongsong Horizon Industri Baru: Antara Inovasi dan Keadilan Sosial", dipublikasikan di Kompas.Com.
Ditulis oleh Prof. Raymond Tjandrawinata (Dosen dan Peneliti): Profesor di Unika Atmajaya, Full Member Sigma Xi, The Scientific Research Honor Society, Resipien Habibie Award dan WIPO Award, Kandidat Doktor Hukum di Universitas Pelita Harapan.
Di tengah pusaran perubahan global yang semakin cepat, dunia industri tampak seperti sebuah medan yang terus bergeser. Setiap hari, masyarakat disuguhi berita tentang teknologi baru dan model bisnis yang runtuh.
Belum lagi berita tentang perusahaan raksasa yang mendadak harus beradaptasi agar tidak tergilas oleh momentum yang datang begitu tiba-tiba.
Jika pada abad ke-20 masyarakat bertanya tentang industrialisasi, produksi massal, dan kapitalisme global, kini yang mengemuka adalah pertanyaan mengenai data, kecerdasan buatan, keberlanjutan.
Demikian juga pertanyaan tentang bagaimana manusia sendiri didefinisikan ulang dalam relasi dengan mesin dan algoritma. Fenomena ini tidak hanya dialami oleh segelintir negara, tetapi merupakan lanskap universal yang mengikat seluruh umat manusia dalam jaringan kompleks saling ketergantungan.
Pertanyaan yang muncul kemudian adalah: ke arah mana industri akan bergerak, tren apa yang akan membentuk masa depan, dan katalis apa yang akan mendorong pergeseran paling signifikan dalam waktu dekat?
Tidak mudah untuk menjawabnya, karena masa depan selalu bersifat cair dan spekulatif. Namun demikian, sejarah dan filsafat mengajarkan bahwa pola tertentu kerap berulang, meski dalam bentuk yang baru.
Joseph Schumpeter, ekonom Austria yang hidup pada paruh pertama abad ke-20, sudah menekankan bahwa kapitalisme pada hakikatnya adalah proses "creative destruction", yakni sebuah siklus yang diwarnai oleh penghancuran terhadap struktur lama untuk membuka jalan bagi struktur baru.
Artikel lengkap dapat dibaca di: https://money.kompas.com/read/2025/11/14/185042126/menyongsong-horizon-industri-baru-antara-inovasi-dan-keadilan-sosial.



















