![]() |
| Ikuti kisah menarik memproduksi Obat Generik Berlogo (OGB) yang sangat dibutuhkan untuk mendukung Ketahanan Kesehatan Nasional ini. |
OMAIdigital.id- Ketersediaan Obat di Indonesia sangat strategis posisinya dalam menunjang Ketahanan Kesehatan Nasional. Keberadaan Obat Generik Berlogo (OGB) menjadi sangat penting karena OGB harganya terjangkau, dijamin khasiat dan berkualitas mutunya.
Perusahaan Farmasi Swasta Nasional yang sejak awal mendukung program pemerintah untuk memproduksi OGB yang sangat diperlukan oleh masyarakat Indonesia adalah PT Dexa Medica. Bagaimana kualitas OGB, standarisasi mutunya, dan sertifikasi kehalalannya? Simak Bincang Asik OGBdexa - yang menampilkan narasumber Prof. Dr. Raymond Tjandrawinata (Molecular Pharmacologist) yang tayang di IG ogbdexa, pada 29 Januari 2024 lalu.
Pada awal penjelasannya, Prof. Raymond menyebutkan bahwa obat generik adalah obat yang produksi setelah obat originator atau obat paten berakhir masa patennya. Jadi karena masa patennya berakhir, perusahaan Indonesia boleh membuat suatu obat yang merupakan obat copy daripada obat originator dan mendapatkan nomor izin edar dari Badan POM yang tentunya adalah lembaga yang berwenang memberikan nomor izin edar untuk indikasi tertentu di wilayah Indonesia. Jadi jika kita berbicara tentang obat generik, obat generik itu ada dua:
Pertama, obat generik bermerk yang tentunya kita tahu beberapa merk obat generik yang sudah diresepkan oleh dokter. Kedua, obat generik berlogo atau yang kita kenal OGB (Obat Generik Berlogo). Obat generik bermerk dipasarkan dengan nama dagang, sedangkan kalau OGB dipasarkan dengan nama zat aktifnya.
"Contohnya, jika disebutkan Amoxicilin OGBdexa, nah pasti itu OGB Amoxicilin yang diproduksi oleh PT. Dexa Medica," ungkap Prof. Raymond.
Berbicara Obat Generik Berlogo (OGB) di Indonesia, lanjut Pof. Raymond, Program Pemerintah Indonesia ini diluncurkan pada tahun 1989, dengan tujuan memberikan alternatif obat bagi masyarakat yang tentu kualitasnya terjamin, harganya sangat terjangkau, serta ketersediaan akses kepada Obat generik berlogo juga cukup.
Mulai tahun 1989- banyak perusahaan farmasi yang memproduksi OGB adalah perusahaan BUMN- pada waktu itu- misalnya: Indofarma, Phapros, Kimia Farma. Pada saat itu, Founder dari perusahaan kami yaitu Dexa Group memiliki inisiatif bahwa Dexa Group harus mengambil bagian dari upaya menyediakan obat yang berkualitas dengan harga terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Jadi pada waktu itu, Dexa Medica berinisiatif sebagai salah satu perusahaan swasta atau mungkin satu-satunya pada saat itu yang membuat Obat Generik Berlogo yang sudah diberikan nomor izin edar dari pemerintah. Mengapa Founder Dexa Medica memiliki pemikiran tersebut?
Dexa Group adalah salah satu industri farmasi terbesar di Indonesia yang mempunyai komitmen untuk mewujudkan visi kesehatan bagi semua. Secara aktif dan konsisten, Dexa Group mendukung program pemerintah melalui inovasi dan produksi obat obatan berkualitas, salah satunya dengan memproduksi obat generik berlogo yang dikenal dengan OGBdexa, untuk memenuhi kebutuhan obat bermutu tinggi yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
Secara runtut, Prof. Raymond kemudian memaparkan sebagai berikut:
- 1991: OGBdexa pertama kali di produksi
- 1994: OGBdexa masuk dalam DPHO Askes & melakukan sosialisasi program OGB
- 2005: OGBdexa masuk pasar JPKMM/ASKESKIN
- 2006: Menjadi Market leader obat generik di Indonesia hingga saat ini
- 2013: OGBdexa masuk pasar JKN. Sejak 2013, OGBdexa hadir di eCatalogue hingga saat ini.
- 2019: OGBdexa memiliki 180 produk dengan berbagai sediaan, dan 155 produk telah tersertifikasi halal oleh LPPOM MUI
Sebagai bentuk mendukung program Bangga Buatan Indonesia, produk-porduk OGBdexa memiliki TKDN yang tinggi. Sebut saja, misalnya: Produk Atorvastatin 10 mg (67,75%), Atorvastatin 20 mg (67,75%), Clopidogrel 75 mg (68,33%), Esomerprazole Injeksi 40 mg (52,80%, dan Omeprazole Injeksi 40 mg (52,80%).
Saat ini, Dexa Group menjadi salah satu perusahaan farmasi yang terdepan dalam usaha penyelenggaraan jaminan halal untuk obat-obatan yang dipasarkan di seluruh Indonesia, di mana Dexa Group menjadi perusahaan farmasi swasta dengan jumlah sertifikasi halal terbanyak.
Pada sektor OGB, 160 dari 185 item obat yang dipasarkan oleh OGBdexa telah memiliki sertifikasi halal, yang diharapkan dapat terus meningkatkan kenyamanan dan kepercayaan masyarakat terhadap produk berkualitas dari OGBdexa.
Ingin dapat info lebih lengkap, silakan simak di IG OGBdexa: Klik Disini


















