![]() |
| Produk Ferron Par Pharmaceuticals- Dexa Group Sukses Masuk Eropa Sejak 18 Tahun Lalu. |
OMAIdigital.id- Kepala BPOM RI, Prof. dr. Taruna Ikrar melepas Kontainer ke-150 Produk Ferron Par Pharmaceuticals- yaitu produk obat dengan teknologi tinggi Metformin Sustained Release (SR) ke pasar Eropa pada Kamis, 4 Juni 2026 dari kawasan pabrik Ferron di Cikarang, Jawa Barat.
Prof. Taruna Ikrar menegaskan beberapa poin penting terkait pelepasan ekspor obat esensial ke Eropa. Kontainer ke-150 ini- yang dikirim dari Cikarang tersebut membawa obat diabetes produksi Ferron menuju Inggris, Belanda, dan Polandia.
"Pertama, bahwa Indonesia bukan hanya sekedar pengimpor tapi bangsa ini sudah mampu mengekspor bukan hanya ke negara-negara tetangga tetapi menembus pasar Eropa. Kedua, hal ini akan berdampak kepada ekonomi nasional dalam bentuk devisa negara.
Ketiga, manfaat ekspor ke negara Eropa, menunjukkan bahwa kepercayaan publik di dunia internasional terhadap produk Indonesia tentu semakin tinggi.
Ini tidak lepas dari peran Badan POM yang telah mendapatkan WHO Listed Authority atau WLA sebagai reputasi tertinggi regulator di dunia," jelas Prof. dr. Taruna seperti dikutip di laman web Dexa Group.
Ekspor perdana PT Ferron Par Pharmaceuticals ke Eropa dilakukan pada delapan belas tahun lalu. Kini sudah 150 Kontainer yang sudah dieskpor, bukti konsistensi yang dibangun selama 18 tahun- sukses memenuhi regulasi dan persyaratan mutu internasional.
BPOM RI juga meraih prestasi dengan status World Health Organization Listed Authority (WLA), pengakuan WHO terhadap otoritas regulatori yang memiliki sistem pengawasan obat berstandar internasional.
Sedangkan Kementerian Perindustrian RI merilis data: nilai ekspor industri farmasi dan obat bahan alam Indonesia mencapaiUSD 639,42 juta pada periode Januari hingga September 2024.
Kisah Sukses 18 Tahun Ferron Par Pharmaceuticals- Dexa Group Masuk Pasar Eropa.
PT Ferron Par Pharmaceuticals, perusahaan bagian dari Dexa Group menjadi salah satu contoh konkret kemampuan industri farmasi Indonesia dalam memenuhi standar pasar global. Fasilitas produksi Ferron di Cikarang telah memperoleh sertifikasi UK-MHRA dan EU-GMP, dua standar penting dalam industri farmasi internasional.
Sertifikasi tersebut menjadi dasar kepercayaan bagi keberlanjutan ekspor Ferron ke Eropa selama hampir dua dekade.
Direktur Utama PT Ferron Par Pharmaceuticals, Benny Sutisna Suwarno mengatakan keberangkatan kontainer ke-150 merupakan hasil dari disiplin mutu yang dijaga secara konsisten dan dukungan BPOM RI dalam membina industri farmasi nasional.
"Ferron saat ini 23 tahun. Selama 23 tahun berkiprah banyak pencapaian, salah satunya sudah 18 tahun tersertifikasi internasional. Sejak 2008 terus menerus mengirimkan produknya ke Eropa.
Ini membuktikan bahwa kualitas yang dibangun oleh anak bangsa tidak kalah dengan kualitas perusahaan multinational company yang lain atau negara-negara maju yang lainnya. Ini tidak terlepas juga dari dukungan dari Badan POM yang telah melakukan pengawasan, pembinaan, dan melakukan support yang diperlukan bagi kami industri farmasi.
"Semua ini sebuah bukti nyata bahwa sinergi antara Ferron dan BPOM dapat menghasilkan sukses masuk pasar global, bukan hanya angan-angan tetapi menjadi suatu kenyataan dengan dikirimnya kontainer yang ke-150 untuk menuju ke Eropa," terang Benny Sutisna. Redaksi OMAIdigital.id


















