![]() |
| Program Cek Segitiga Dexa Medica akan terus digulirkan sebagai bentuk partisipasi mendukung program memperkuat deteksi dini penyakit tidak menular (PTM). |
OMAIdigital.id- Program pemeriksaan kesehatan gratis, Cek Segitiga dijalankan sejak 2024, kini sudah melayani 15.000 peserta. Mereka mendapatkan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol.
Event ini, dilengkapi dengan edukasi kesehatan, konsultasi dokter secara personal, serta aktifitas kebugaran lainnya, seperti Zumba dan Pound Fit.
Program Cek Segitiga Dexa Medica- merupakan salah satu agenda dari Dharma Dexa sebagai partisipasi mendukung program pemerintah Indonesia memperkuat deteksi dini penyakit tidak menular (PTM).
Program Cek Segitiga di Surabaya dilaksanakan pada 12-13 Juli 2026. Sebanyak 782 peserta mengikuti Cek Segitiga di Lapangan Bogowonto dan Universitas Surabaya.
Program ini memungkinkan peserta untuk mengidentifikasi faktor risiko kesehatan mereka sekaligus memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang langkah-langkah yang dapat mereka ambil setelah pemeriksaan.
Hasil skrining dari kedua lokasi mengungkapkan bahwa sekitar enam dari sepuluh peserta memiliki setidaknya satu faktor risiko penyakit tidak menular, termasuk tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, atau kadar glukosa darah tinggi.
Melalui acara di Surabaya, Cek Segitiga kini telah menjangkau lebih dari 15.000 peserta di berbagai kota, antara lain Bandung, Bogor, Cirebon, Jakarta, Karawang, Makassar, Palembang, Solo, Surabaya, Tangsel, dan Yogyakarta.
Secara nasional, sekitar 63% peserta telah diidentifikasi memiliki setidaknya satu faktor risiko penyakit tidak menular. Di antara semua individu yang diperiksa, 40,05% memiliki tekanan darah tinggi, 35,2% memiliki kadar kolesterol tinggi, dan 14,88% memiliki kadar glukosa darah tinggi. Peserta individu mungkin memiliki lebih dari satu faktor risiko.
Temuan ini menyoroti bahwa banyak faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) tetap tidak terdeteksi karena seringkali tidak menimbulkan gejala yang terlihat pada tahap awal.
Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan rutin sangat penting untuk mengidentifikasi risiko ini sejak dini dan memungkinkan intervensi tepat waktu sebelum berkembang menjadi komplikasi kesehatan yang lebih serius.
Dr. Sheila, Dokter Umum di Rumah Sakit William Booth Surabaya mengatakan bahwa kebiasaan makan yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, dan kurang tidur merupakan beberapa faktor paling umum yang berkontribusi terhadap risiko penyakit tidak menular.
"Pemeriksaan kesehatan rutin sangat penting untuk memantau tekanan darah, kadar glukosa darah, dan kolesterol sejak dini. Ketika faktor risiko teridentifikasi, individu dapat segera mengadopsi kebiasaan gaya hidup yang lebih sehat dan mencari konsultasi lebih lanjut dengan para profesional kesehatan," kata Dr. Sheila seperti dikutip di laman web Dexa Group.
Konsistensi Program Dharma Dexa- Corporate Initiative Dexa Group
Cek Segitiga dirancang tidak sekadar memberikan hasil skrining, peserta menerima edukasi kesehatan yang disesuaikan dengan hasil skrining mereka, memiliki kesempatan untuk berkonsultasi langsung dengan dokter, dan didorong untuk membangun kebiasaan yang lebih sehat melalui aktivitas fisik kelompok.
Melalui pendekatan komprehensif ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami status kesehatan mereka saat ini, tetapi juga memperoleh panduan praktis tentang cara mengelola dan mengurangi risiko penyakit tidak menular.
Sonny Himawan, Kepala Komunikasi Korporat di Dexa Group mengatakan Cek Segitiga mencerminkan komitmen berkelanjutan Dexa Medica untuk mendukung transformasi sistem kesehatan Indonesia, yang semakin menekankan promosi kesehatan dan pencegahan penyakit.
"Sebagai perusahaan farmasi nasional, kami percaya bahwa peningkatan kesehatan masyarakat dimulai dengan pencegahan. Melalui Cek Segitiga, kami mendukung agenda kesehatan pemerintah dengan menyediakan pemeriksaan kesehatan yang mudah diakses, pendidikan kesehatan, konsultasi dokter, dan kegiatan gaya hidup sehat bagi masyarakat," kata Sonny menjelaskan.
Ditambahkan bahwa kolaborasi sangat penting untuk memaksimalkan dampak program dan memperluas jangkauannya ke lebih banyak komunitas.
"Dengan berkolaborasi dengan lembaga pemerintah, tenaga kesehatan profesional, lembaga pendidikan, dan organisasi masyarakat, kami berharap dapat mendorong lebih banyak orang untuk menjalani pemeriksaan kesehatan rutin dan mengambil tindakan pencegahan sejak dini," ujarnya.
Sedangkan Mateus Ramidi, Manajer Dharma Dexa menjelaskan bahwa pelaksanaan Cek Segitiga di Surabaya sengaja diadakan di dua lokasi untuk melibatkan peserta dari berbagai latar belakang.
"Memilih Lapangan Bogowonto dan Universitas Surabaya memungkinkan program ini menjangkau komunitas yang lebih luas dan beragam. Kami akan terus memperluas pendekatan ini ke kota-kota lain agar lebih banyak orang dapat memperoleh manfaat dari pemeriksaan kesehatan dan pendidikan kesehatan," kata Mateus.
Sebagai bagian dari inisiatif nasional yang sedang berlangsung, Cek Segitiga dijadwalkan kembali ke kawasan Gelora Bung Karno di Jakarta pada hari Minggu, 19 Juli 2026. Redaksi OMAIdigital.id


















