Produk Farmasi Indonesia Naik Kelas: Kepala BPOM Lepas Ekspor Obat Diabetes ke Pasar Eropa
Tanggal Posting : Senin, 8 Juni 2026 | 06:36
Liputan : Redaksi OMAIdigital - Dibaca : 76 Kali
Produk Farmasi Indonesia Naik Kelas: Kepala BPOM Lepas Ekspor Obat Diabetes ke Pasar Eropa
Kepala BPOM Lepas Ekspor Obat Diabetes ke Pasar Eropa, Produk Farmasi Indonesia Diakui Dunia.

OMAIdigital.id- Kepala BPOM, Taruna Ikrar melepas pengiriman ekspor: kointer ke -150 dari fasilitas produksi PT Ferron Phar Pharmaceutical (PT Ferron) di Cikarang, Kamis, 4 Juni 2026 mendandai produk farmasi Indonesia telah naik kelas dengan di resepkan di negara-negara Eropa.

Pengiriman kontainer ke-150 ini menegaskan keberhasilan industri farmasi Indonesia menembus pasar Eropa sebagai bukti daya saing Industri Farmasi Nasional di pasar global.

Taruna Ikrar mengungkapkan apresiasinya atas capaian PT Ferron ini. "Pengiriman kontainer ini menjadi bukti kemampuan industri farmasi nasional memenuhi standar regulasi dan mutu yang dipersyaratkan pasar Eropa, salah satu pasar farmasi dengan persyaratan paling ketat di dunia," tuturnya seperti dikutip di laman web BPOM.

Selain menembus pasar Eropa, PT Ferron juga berhasil mengantongi sertifikat European Union Good Manufacturing Practice (EU-GMP), standar mutu yang dikeluarkan otoritas pengawas obat Eropa.

Kepala BPOM menyampaikan keberhasilan ekspor ke Eropa dan perolehan sertifikat EU-GMP ini tidak terlepas dari komitmen industri dalam menerapkan standar cara pembuatan obat yang baik (CPOB) secara konsisten.

"Sinergi industri dan BPOM sebagai regulator juga menjadi kunci penting penyediaan produk yang aman dan berkualitas," ungkapnya lebih lanjut.

Saat ini, terdapat setidaknya 272 industri obat di Indonesia. Sedangkan pedagang besar farmasi berjumlah kurang lebih 3.009. "Setiap tahun, BPOM mengeluarkan setidaknya 2 juta dokumen," ungkap Taruna Ikrar. BPOM bertekad mempercepat proses perizinan dengan tetap mengutamakan standar keamanan dan mutu produk.

BPOM sendiri, ungkap Taruna Ikrar, terus memperkuat sistem pengawasan obat nasional. Tak hanya memperkuat regulasi serta pengawasan pre-market dan post-market, BPOM juga secara rutin melakukan inspeksi ke fasilitas produksi untuk memastikan penerapan standar mutu yang sesuai dengan ketentuan nasional maupun internasional.

Peluang ekspor obat Indonesia juga makin terbuka sejak BPOM memperoleh status WHO-Listed Authorities (WLA) dari World Health Organization (WHO). Pengakuan WLA menjadi modal strategis dalam meningkatkan kepercayaan internasional terhadap produk farmasi Indonesia.

Dari sisi industri, keberhasilan ekspor ini juga mencerminkan komitmen PT Ferron dalam menerapkan standar mutu global dan memperluas akses produk farmasi Indonesia ke pasar internasional.

Direktur Utama PT Ferron Par Pharmaceutical Benny Sutisna Suwarno mengatakan kontainer ke-150 berisi produk berteknologi tinggi Metformin Sustained Release (SR) yang diberangkatkan ke Inggris, Belanda, dan Polandia hari ini merupakan hasil dari disiplin mutu yang dijaga secara konsisten dan dukungan BPOM dalam membina industri farmasi nasional.

Sertifikasi Internasional, Pintu Masuk Pasar Global

Benny Sutisna menilai pentingnya sertifikasi bagi industri farmasi. PT Ferron adalah salah satu dari lima pabrik yang pertama mendapatkan sertifikat CPOB dari BPOM.

Fasilitas produksi Ferron di Cikarang juga telah memperoleh sertifikasi United Kingdom-Medicines and Healthcare products Regulatory Agency (UK-MHRA) dan EU-GMP, dua standar penting dalam industri farmasi internasional.

Kepala BPOM menyatakan pemerintah akan terus mendorong transformasi sektor kesehatan dan penguatan ketahanan kefarmasian nasional sebagai bagian dari pembangunan kesehatan yang berkelanjutan.

"Untuk mewujudkan hal tersebut, BPOM senantiasa hadir sebagai regulatory partner yang kredibel, adaptif, dan responsif dalam mendukung pengembangan industri dan kemandirian farmasi nasional," Taruna Ikrar menegaskan. Redaksi OMAIdigital.id


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2026. All Right Reserved

@omaidigital.id

MENULIS sesuai FAKTA, MENGABARKAN dengan NURANI

Istagram dan Youtube: