Menteri Perindustrian Menyerahkan Penghargaan Rintek 2025 untuk Produk OMAI Antidiabetes Inlacin
Tanggal Posting : Kamis, 18 September 2025 | 22:44
Liputan : Redaksi OMAIdigital.id - Dibaca : 347 Kali
Menteri Perindustrian Menyerahkan Penghargaan Rintek 2025 untuk Produk OMAI Antidiabetes Inlacin
Produk OMAI Antidiabetes Inlacin sukses dipasarkan di Indonesia dan pasar global karena khasiatnya terbukti secara ilmiah. Foto: Dok.Dexa Group.

OMAIdigital.id- Indonesia 4.0 Conference & Expo 2025 dengan tema "Building Stronger, Moving Faster Toward Sustainability" dibuka oleh Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, pada 17 September 2025.

Pada kesempatan ini, Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita meyerahkan Penghargaan Rintisan Teknologi Industri (RINTEK) 2025, antara lain diberikan kepada Dexa Medica.

Dexa Medica mendapatkan Penghargaan Rintisan Teknologi Industri (Rintek) 2025, Kategori Hasil Evaluasi Rintisan Teknologi. Award ini diberikan atas keberhasilan Produk Inlacin yakni produk Obat Modern Alami Integratif (OMAI) antidiabetes sebagai produk inovasi global berbasis bukti ilmah yang sudah teruji klinis.

Penghargaan diserahkan Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita kepada Business Development and Scientific Affairs Director PT Dexa Medica, Prof. Raymond Tjandrawinata.

Rintek 2025 1

Dikutip dari akun IG Dexa Group disebutkan bahwa Penghargaan Rintek yang diraih oleh Dexa Medica ini- merupakan penghargaan ketiga setelah sebelumnya di tahun 2019 dan 2021 untuk produk Inlacin dan HerbaAsimor.

Penghargaan ini diraih sebagai apresiasi pemerintah kepada pelaku industri nasional yang telah berhasil menciptakan inovasi teknologi guna mendukung pengembangan proses bisnis serta meningkatkan kemandirian industri dalam negeri.

OMAI Inlacin, Fitofarmaka Karya Anak Bangsa Sukses di Pasar Global

Dikutip dari laman JamuDigital- disebutkan INLACIN adalah obat herbal Fitofarmaka dari bahan alam asli Indonesia- merupakan hasil riset dari Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS) diluncurkan pada 19 Maret 2011 untuk memenuhi kebutuhan pasar global, kini telah pula dipasarkan ke berbagai negara.

INLACIN merupakan obat oral antidiabetik yang mengandung bahan bioactive fraction DLBS3233 yang berfungsi untuk memperbaiki resistensi insulin pada penderita Diabetes Melitus (DM) tipe 2. INLACIN telah memperoleh sertifikat halal, termasuk sistem jaminan halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Rintek 2025 2

Bahan baku INLACIN dari tanaman Lagerstroemia speciosa (bungur) dan Cinnamomum burmannii (kayu manis). Obat ini membantu memperbaiki resistensi insulin melalui mekanisme mengembalikan fosforilasi pada reseptor insulin yang tepat yaitu tyrosine. Meningkatkan translokasi GLUT-4 (glucose transporter) dari sitoplasma menuju membrane, up regulator PPAR ү, sehingga terjadi sintesa GLUT-4 yang baru, serta menghalangi TNF-α yang diinduksi oleh lipolisis.

DM tipe 2 merupakan salah satu penyakit kronis yang semakin banyak dijumpai di dunia. Di Indonesia, prevalensi penderita DM pada tahun 2000 mencapai 8,4 juta orang, yang diperkirakan pada tahun 2030 mencapai 21,3 juta penderita. Sebanyak 92% kejadian DM tipe 2 disebabkan oleh terjadinya resistensi insulin.

INLACIN tersedia dalam bentuk sediaan kapsul 50 mg dan 100 mg, yang masing-masing tersedia dalam kemasan boks, 5 strip @ 6 kapsul. Dosis yang disarankan adalah 50 mg atau 100 mg per hari untuk monoterapi maupun terapi kombinasi.

"Saya salut kepada Dexa Medica yang telah menghasilkan obat baru yang terbuat dari bahan alami asli Indonesia," kata Prof. Dr. Slamet Suyono, SpPD-KEMD, saat tampil sebagai pembicara pada "Pertemuan Ilmiah Penyakit Dalam" di Jakarta, pada 22 Juli 2011, seperti dipublikasikan di laman web Dexa Medica.

Sekitar 83% pasien diabetes mengalami resistensi insulin, diantaranya disebabkan oleh obesitas, pola diet, faktor genetik dan sebagainya. Kehadiran INLACIN yang diproduksi oleh Dexa Medica ini, dapat menjadi terobosan, sekaligus harapan baru dalam penanganan masalah resistensi insulin.

Rintek 2025 3

Executive Director DLBS, Prof. Raymond R.Tjandrawinata menjelaskan INLACIN adalah produk oral antidiabetik yang membantu memperbaiki resistensi insulin melalui mekanisme mengembalikan fosforilasi pada reseptor insulin yang tepat yaitu tyrosine. INLACIN memberikan hasil yang posistif untuk menangani resistensi insulin, baik untuk monoterapi atau terapi kombinasi.

"Data-data hasil riset tentang INLACIN telah dipublikasikan di Jurnal Nasional dan Jurnal Internasional," ungkap Prof. Raymond Tjandrawinata.

Berdasarkan penelusuran di website Badan POM, INLACIN memiliki Nomor Registrasi: FF152300621, Kemasan: Dus, 5 strip @ 6 kapsul, PT DEXA MEDICA. Diterbitkan oleh: e-Registration Obat Tradisional & Suplemen Makanan (ASROT), Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik. Redaksi OMAIdigital.id


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2024. All Right Reserved

@omaidigital.id

MENULIS sesuai FAKTA, MENGABARKAN dengan NURANI

Istagram dan Youtube: