Apotik Online GoApotik Bersama BPOM Edukasi Antimicrobial Resistance di Bali
Tanggal Posting : Rabu, 4 November 2026 | 18:10
Liputan : Redaksi OMAIdigital - Dibaca : 48 Kali
Apotik Online GoApotik Bersama BPOM Edukasi Antimicrobial Resistance di Bali
GoApotik bermitra 7.000+ Mitra Apotik- menyediakan 50.000+ produk, menjangkau 480+ kota di Indonesia.

OMAIdigital.id- Aplikasi GoApotik (apotik online) hadir sebagai solusi kesehatan masyarakat Indonesia dengan slogan "Lengkap, Praktis, serta Harga Bersaing!".

Melalui aplikasi GoApotik, pengguna dapat dengan cepat membeli produk kesehatan yang dibutuhkan dari apotek terdekat dengan tempat tinggal mereka.

GoApotik dilengkapi fitur konsultasi dengan apoteker dan customer service, memastikan pengguna mendapatkan produk kesehatan tepat dan aman.

Aplikasi GoApotik juga memudahkan proses transaksi dengan menyediakan metode pembayaran seperti QRIS, virtual account, kartu kredit hingga dompet digital.

Selain itu, di aplikasi GoApotik terdapat opsi pengiriman yang memungkinkan pengguna menerima produk kesehatan mereka pada hari yang sama.

GoApotik bermitra dengan 7.000+ Mitra Apotik yang menyediakan 50.000+ produk dan menjangkau 480+ kota di seluruh Indonesia.

Waspada Antimicrobial Resistance

"Salah satu jenis obat yang sangat penting untuk digunakan dengan sangat bijak adalah antibiotik. Penggunaan antibiotik yang kurang bijak dapat memicu kekebalan bakteri terhadap obat yang dikonsumsi," ungkap Kepala BPOM, Taruna Ikrar.

Taruna Ikrar menuturkan dampak penggunaan antibiotik yang kurang bijak, mungkin tidak dirasakan secara langsung hari ini.

"Namun, ancaman itu sangat nyata ketika diri kita, anak-anak kita, atau orang tua kita terbaring di rumah sakit dan obat antibiotik terbaik pun tidak mampu lagi menyembuhkan mereka," ungkapnya lebih lanjut seperti dikutip di laman web BPOM.

Hal diatas disampaikan pada "Self-Care AMRun 5K 2026" di Pantai Mertasari Bali, Minggu (1/11/2026).

AMR merupakan ancaman kesehatan global yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, tenaga kesehatan, akademisi, hingga masyarakat.

Resistansi antimikroba (antimicrobial resistance/AMR) adalah kondisi di mana mikroorganisme mampu bertahan terhadap dosis terapi senyawa antimikroba.

Akibatnya, mikroorganisme tersebut tetap dapat berkembang, sehingga mengurangi keampuhan obat, meningkatkan risiko penyebaran penyakit, memperparah kondisi pasien, dan bahkan menyebabkan kematian pada manusia, hewan, ikan, dan tumbuhan.

Penggunaan antibiotik tanpa indikasi yang tepat dapat meningkatkan risiko berkembangnya bakteri resistan. Antibiotik juga tidak efektif untuk mengatasi infeksi akibat virus, seperti influenza biasa.

Partsisipasi AAM & GoApotik

PT Anugrah Argon Medica (AAM) bersama GoApotik berpartisipasi dalam kegiatan Self-Care AMRun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI di Taman Inspirasi Muntig Siokan, Pantai Mertasari, Sanur, Bali, Minggu (1/11).

Dalam kegiatan tersebut, AAM melalui Argon Peduli menyerahkan Dropbox ABSO (Ayo Buang Sampah Obat dengan Benar) kepada BPOM untuk selanjutnya diteruskan kepada lima perwakilan apotek di Bali.

Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Kepala BPOM RI, Prof. Taruna Ikrar; Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif, dr. William Adi Teja; serta Kepala Balai Besar POM di Denpasar, I Gusti Ngurah Bagus Kusuma Dewa.

Penyerahan tersebut turut didampingi oleh Direktur Utama AAM, Juliwaty; Head of Quality & System AAM, Sulviria; dan Kepala Cabang AAM Denpasar, Marthinus Mandala Hendry.

Lima perwakilan apotek yang menerima Dropbox ABSO tersebut adalah Apotek Adhi Guna Farma 2, Apotek Anugerah, Apotek Henna Pharmacy, Apotekku Group, dan Apotek Indobat Group.

Melalui dukungan ini, AAM mendorong tersedianya sarana pembuangan sampah obat melalui mitra apotek, sehingga masyarakat memiliki akses untuk membuang obat yang sudah tidak digunakan secara lebih bertanggung jawab.

"Melalui partisipasi dalam Self-Care AMRun 2026, AAM mendukung upaya edukasi kesehatan masyarakat melalui penyerahan Dropbox ABSO kepada mitra apotek di Bali. Kami berharap dukungan ini dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya membuang sampah obat dengan benar," ujar Juliwaty.

Kepala BPOM RI, Prof. Taruna Ikrar mengingatkan bahwa penggunaan antibiotik tanpa resep dokter masih menjadi perhatian serius. Berdasarkan data evaluasi BPOM periode 2022-2025, proporsi penggunaan antibiotik tanpa resep dokter mendekati 80 persen.

"Artinya, dari 100 orang yang menggunakan antibiotik, ada 80 yang tidak sesuai karena antibiotik itu merupakan obat keras dan wajib hukumnya dengan prescription atau resep dokter," ujar Bapak Prof. Taruna Ikrar dalam keterangan pers pada kegiatan Self-Care AMRun 2026 di Denpasar, Bali, Minggu (1/11/2026).

Ia juga mengingatkan bahwa resistensi antimikroba dapat menjadi ancaman kesehatan yang luas atau silent pandemic. Karena itu, masyarakat perlu menggunakan antibiotik sesuai diagnosis, resep, dan petunjuk dokter, serta tidak mengkonsumsinya atas inisiatif sendiri. Redaksi OMAIdigital.id


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2026. All Right Reserved

@omaidigital.id

MENULIS sesuai FAKTA, MENGABARKAN dengan NURANI

Istagram dan Youtube: