![]() |
| Roy Himawan- Apoteker Alumni Farmasi UGM dilantik sebagai Direktur Pengelolaan dan Pelayanan Farmasi Kementerian Kesehatan RI. |
OMAIdigital.id- Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, L. Rizka Andalusia menegaskan tiga prioritas strategis Direktur Pengelolaan dan Pelayanan Farmasi, Kementerian Kesehatan.
Hal tersebut disampaikan pada sambutan serah terima jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Direktorat Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan- Direktur Pengelolaan dan Pelayanan Farmasi- dari Eka Purnamasari kepada Roy Himawan di Jakarta, Rabu, 28 Oktober 2026.
Serah terima jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Direktorat Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan menjadi momentum untuk memperkuat kesinambungan organisasi sekaligus mempercepat transformasi kesehatan.
Pergantian kepemimpinan diharapkan tidak hanya menjadi proses administratif, tetapi juga mendorong organisasi melangkah lebih maju dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, ungkapnya seperti dikutip di laman web Kemkes.
Tiga Prioritas Strategis Pengelolaan dan Pelayanan Farmasi
Rizka Andalusia menyebutkan tiga prioritas bagi Direktur Pengelolaan dan Pelayanan Farmasi:
Prioritas pertama: Menjamin ketersediaan obat, vaksin, dan bahan medis habis pakai melalui penguatan perencanaan, distribusi, dan pemantauan untuk mengantisipasi risiko kekosongan di fasilitas pelayanan kesehatan.
Prioritas kedua: Mengakselerasi pemanfaatan produk farmasi dalam negeri sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan dan kemandirian sektor kesehatan nasional.
Prioritas ketiga: Meningkatkan kualitas pengelolaan dan pelayanan kefarmasian agar semakin efektif, efisien, serta berorientasi pada keselamatan pasien.
Seluruh prioritas tersebut diharapkan segera diterjemahkan menjadi langkah konkret dengan target dan hasil yang terukur.
Empat Fokus Leadership Sektor Farmasi dan Alkes
Dirjen Farmasi dan Alat Kesehatan menegaskan bahwa tantangan sektor farmasi dan alat kesehatan semakin kompleks. Karena itu, seluruh jajaran perlu memastikan program prioritas Kementerian Kesehatan berjalan tepat waktu, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ada empat hal yang menjadi penekanan dalam menjalankan kepemimpinan.
Pertama, menjaga kesinambungan sekaligus mempercepat penyelesaian program prioritas agar pergantian kepemimpinan tidak menghambat pencapaian target yang telah ditetapkan.
Kedua, memperkuat kolaborasi dan integrasi lintas unit. Transformasi kesehatan membutuhkan kerja bersama dan sinergi antarsatuan kerja agar setiap program dapat berjalan secara terpadu.
Ketiga, menjaga integritas dan akuntabilitas dalam pengelolaan program. Setiap kebijakan, penggunaan anggaran, dan pelaksanaan kegiatan harus dilakukan secara transparan, bertanggung jawab, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Keempat, membangun kepemimpinan yang berorientasi pada hasil dan dampak. Keberhasilan tidak cukup diukur dari terlaksananya kegiatan atau terserapnya anggaran, tetapi juga dari perubahan nyata yang dirasakan fasilitas pelayanan kesehatan dan masyarakat.
Perkuat Kolaborasi dan Program Prioritas
Menutup sambutannya, Dirjen Farmasi dan Alat Kesehatan mengajak seluruh jajaran untuk terus menjaga integritas, memperkuat kolaborasi, dan memastikan program prioritas dapat diselesaikan dengan baik.
Momentum serah terima jabatan diharapkan menjadi dorongan untuk bekerja lebih cepat, mengelola program secara lebih akuntabel, serta menghadirkan dampak yang lebih besar bagi kesehatan masyarakat Indonesia.
"Salam Sehat, Semangat Transformasi," menjadi pesan penutup yang menegaskan pentingnya komitmen bersama dalam menjalankan amanah dan mendukung transformasi kesehatan nasional. Redaksi OMAIdigital.id




















