Menghadapi Wajib Halal 2026: Strategi Cerdas Dexa Group yang Layak Dicontoh
Tanggal Posting : Kamis, 9 April 2026 | 18:00
Liputan : Redaksi OMAIdigital - Dibaca : 27 Kali
Menghadapi Wajib Halal 2026: Strategi Cerdas Dexa Group yang Layak Dicontoh
Dexa Group berkomitmen penuh memperoleh sertifikat jaminan halal terhadap seluruh produk dan fasilitas produksinya.

OMAIdigital.id- Banyak perusahaan masih menganggap, Wajib Halal 2026 sebagai beban regulasi. Padahal, bagi yang jeli- ini adalah momentum transformasi bisnis.

Dexa Group menunjukkan satu hal penting: Kesiapan tidak dibangun sendirian. Mereka tidak hanya fokus pada sertifikasi, tetapi membangun kolaborasi lintas sektor :

  • Internal perusahaan
  • Mitra industri terkait
  • Regulator
  • Ekosistem halal

Inilah yang membedakan: Bukan sekadar memenuhi peraturan, teapi siap unggul. Dikutip dari laman web Dexa Group disebutkan: Halal bukan hanya kewajiban, tetapi fondasi kepercayaan.

Dari situlah Cerminan Kualitas dibangun. Menjelang implementasi wajib halal 2026, Dexa Group mengambil langkah nyata untuk memastikan setiap proses yang patuh dan mencerminkan kualitas yang terpercaya.

Sejalan dengan komitmen tersebut, Komite Halal Dexa Group mengambil langkah konkret dengan memperkuat kolaborasi dan menyelaraskan strategi menghadapi implementasi kebijakan halal nasional. Hal ini diwujudkan melalui kunjungan resmi ke Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Bogor pada Kamis 02 April 2026.

Mengusung tajuk "Silaturahmi Dexa Group & LPPOM", kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat sinergi sekaligus membuka ruang diskusi strategis terkait dinamika regulasi halal, khususnya menjelang penerapan wajib halal pada Oktober 2026.

Kedatangan tim Komite Halal Dexa Group disambut langsung oleh Direktur Komersial dan Kemitraan LPPOM MUI, Dr. Ir. Muslich, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pandangan strategis mengenai pentingnya sinergi industri farmasi dan seluruh stakeholder terkait dalam menghadapi implementasi kebijakan wajib halal pada Oktober 2026.

Kesiapan Industri Implementasikan Kewajiban Halal

Muslich menegaskan bahwa kesiapan industri tidak cukup hanya pada pemenuhan dokumen. Kesiapan tersebut juga harus mencakup sistem yang kuat, sumber daya manusia yang kompeten, serta penguatan rantai pasok halal secara menyeluruh.

Beliau juga menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis. Di antaranya, pentingnya industri farmasi untuk benar-benar "siap" dalam memenuhi kewajiban sertifikasi halal, memperkuat pengelolaan supply chain termasuk supplier dan vendor, serta mendorong sosialisasi implementasi wajib halal secara lebih luas dan terstruktur.

Antusiasme Komite Halal Dexa Group terlihat melalui diskusi interaktif yang membahas berbagai aspek teknis dan praktik terbaik implementasi halal di sektor farmasi.

Dalam kesempatan tersebut, Corporate Quality Management Director- yang juga Ketua Komite Halal Dexa Group, Effendi, menegaskan bahwa sinergi dalam implementasi Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) merupakan hal yang sangat penting.

Effendi menambahkan bahwa kunjungan ini bertujuan memberikan pemahaman nyata kepada peserta terkait kondisi aktual serta tantangan implementasi regulasi halal di Indonesia, langsung dari perspektif lembaga pemeriksa halal.

Melalui kunjungan ini, Dexa Group menegaskan komitmennya untuk terus menjadi pelopor dalam penerapan standar halal di industri farmasi nasional. Komitmen ini tidak hanya untuk memenuhi regulasi, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk farmasi Indonesia, baik di pasar domestik maupun global.

Dengan semakin dekatnya tenggat implementasi wajib halal pada Oktober 2026, kolaborasi bersama LPPOM MUI menjadi semakin penting. Ke depan, sinergi ini akan terus diperkuat melalui komunikasi yang terbuka, pertukaran pengetahuan, dan pengembangan inovasi.

Karena pada akhirnya, halal bukan hanya tentang kepatuhan tetapi tentang membangun kepercayaan yang berkelanjutan.

Dexa Group: Perusahaan Industri Farmasi dan Obat Tradisional Halal Terbaik

Dexa Group dan Pionir Sistem Halal

Komitmen Dexa Group terhadap produk halal tidak hanya meningkatkan kepercayaan konsumen, tetapi juga mendorong kinerja ekonomi perusahaan. Hal ini ditandai dengan perolehan dua penghargaan sekaligus dari lembaga resmi terkait kehalalan produk. Penghargaan pertama datang dari Kementerian Perindustrian RI melalui Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2025.

Dexa Medica, anak usaha Dexa Group, meraih kategori Perusahaan Industri Farmasi dan Obat Tradisional Halal Terbaik. Penghargaan diserahkan pada Sales Director OGB-Zeta PT Dexa Medica, Jopie Johansyah, oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, dan disaksikan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di ICE BSD, Tangerang, Kamis (25/9/2025).

"Pencapaian ini menunjukkan komitmen Dexa dalam menyediakan produk farmasi yang terjamin kualitasnya, aman, dan halal bagi konsumen, sejak tahap pemilihan bahan baku hingga menjadi produk akhir," ungkap Jopie melalui keterangan pers, dikutip Kamis (2/10/2025).

Dexa Group Raih Penghargaan dari LPH LPPOM. Penghargaan dari LPH LPPOM dalam ajang LPPOM Excellence Gala 2025. Dalam ajang ini, Dexa Group meraih penghargaan Corporate Halal Leadership Award dalam kategori Innovation - Research & Development. Penghargaan diberikan kepada Pimpinan Dexa Group- Ferry Soetikno yang diwakili oleh Business Development & Scientific Affairs Director PT Dexa Medica, Prof. Raymond Tjandrawinata yang diserahkan oleh Direktur Kemitraan dan Pelayanan Audit Halal LPH LPPOM Bapak Muslich.

"Dexa Group telah memulai komitmen untuk memperoleh sertifikat jaminan halal terhadap seluruh produk dan fasilitasnya sebelum tahun 2019. Itu artinya, komitmen terhadap halal kita lakukan dengan sangat serius hingga saat ini, sekaligus sebagai bentuk terobosan," ungkap Prof. Raymond. Redaksi OMAIdigital.id


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2024. All Right Reserved

@omaidigital.id

MENULIS sesuai FAKTA, MENGABARKAN dengan NURANI

Istagram dan Youtube: