![]() |
| Inovasi dan kualitas Produk OMAI dengan standar Internasional, kunci sukses masuk pasar global. |
OMAIdigital.id- Mengintegrasikan kearifan Herbal Nusantara dengan Ilmu Kedokteran Modern untuk mewujudkan Layanan Kesehatan yang holistik, ilmiah, dan berkelanjutan adalah masa depan Obat Bahan Alam (OBA) Indonesia.
Hari Rabu pagi, 11 Desember 2019 lalu- Saya mendarat di bandara The Ninoy Aquino International Airport, pukul 6 pagi waktu Manila (Philipina). Saya meluncur ke satu sudut kota Manila dan mampir di resto cepat saji Jollibee untuk sarapan.
Setelah keliling-keliling di Kota Manila- Saya menuju sebuah rumah sakit di kawasan East Avenue, Quezon City, Metro Manila untuk menemui seorang Dokter Ahli Pediatri.
Tujuan saya bertemu dokter tersebut ingin mendapatkan informasi penggunaan obat herbal Indonesia yang sudah melalui uji klinis yang digunakan di rumah sakit tersebut yaitu Obat Modern Alami Integratif (OMAI)- Fitofarmaka yang diimpor dari Indonesia.
- Berita Terkait: Pusat Riset OMAI Dexa Group- Ribuan Langkah Menyebar Kebaikan

Keterangan Foto: Saya ketika baru mendarat di The Ninoy Aquino International Airport, Rabu pagi, pukul 6 waktu Manila, 11 Desember 2019. Perbedaan waktu dengan Jakarta- Manila lebih cepat satu jam.
Hari berikutnya saya menemui sejumlah dokter di beberapa rumah sakit lain, di beberapa klinik lain, dan juga di sejumlah apotik di Manila yang menjual produk OMAI. Dari kunjungan saya selama 3 hari di Manlia, ada beberapa point penting yang saya temukan, yaitu:
Pertama: Ciptakan nilai tambah pada produk obat herbal, dan bangun tim kuat untuk memasarkan di pasar global. Inilah langkah yang harus dilakukan. Perlu juga, mempertimbangan menyesuaikan permintaan konsumen lokal. Inovasi produk dan dukungan data ilmiah menjadi keunggulan yang harus terus dikembangkan, mengingat konsumen di ASEAN semakin modern dan terpelajar.
Kedua: Menetapkan taktik dan strategi promosi yang tepat dan memilih partner bisnis yang handal, dan jika sudah mampu- maka bikinlah perusahaan di setiap negara tujuan eskpor Anda. Mengutip majalah Masyarakat ASEAN, Edisi 17: Ade Petranto, Direktur Kerja Sama Ekonomi ASEAN menyebutkan bahwa pada tahun 2017, tercatat sebanyak 720 perusahaan asal Indonesia telah melakukan ekspansi ke pasar ASEAN.
Ketiga: Jangan melupakan pasar diaspora Indonesia. Diaspora Indonesia tersebar di berbagai kawasan dunia. Berdasarkan data dari situs diasporaindonesia.org, jumlah diaspora Indonesia sekitar delapan juta orang tersebar di berbagai negara. Ini dapat menjadi pasar awal ketika produk Indonesia masuk pasar global.
Ditengah dinamika perkembangan medis modern yang menuntut presisi, berbasis bukti ilmiah, teknologi canggih, dan standar yang ketat, kehadiran produk OBA yang terbukti ilmiah khasiatnya memberi nilai tambah untuk sukses di pasar global.
Membanggakan sekali, ketika melihat dan mendengar Produk OMAI telah diresepkan oleh puluhan ribu dokter di ASEAN. Sebuah panggung obat modern alami dari Indonesia yang perlu terus diperluas ekspansinya ke negara ASIA lainnya.
Pusat Riset OMAI DLBS- Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences

Kehadiran produk obat alami dan modern unggulan Indonesia, tidak lepas dari kontribusi dari Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS). Pusat Riset yang dimilik Dexa Group ini, sangat serius dan fokus pada Penelitian dan Pengembangan OMAI.
Business Development and Scientific Affairs Director Dexa Medica, Prof. Raymond Tjandrawinata mengatakan: "Sains adalah landasan Kami."
Prof. Raymond Tjandrawinata menambahkan DLBS melakukan studi mendalam tentang kandidat bahan aktif dari OBA (Obat Bahan Alam) asli Indonesia, kemudian memeriksa sifat-sifatnya dari perspektif kimia dan biologi pada tingkat molekuler melalui proses TCEBS (Tandem Chemistry Expression Bioassay System).
"TCEBS adalah kombinasi teknik kimia, biokimia, serta farmakologi modern yang diaplikasikan untuk menapis berbagai bahan alam potensial untuk menjadi kandidat obat," Prof. Raymond menambahkan.
Ternyata DLBS juga menggunakan Teknologi Advance Fractionation Technology (AFT), untuk proses pembuatan ekstraksi bertingkat sehingga menemukan fraksi spesifik yang tepat untuk mengobati penyakit. Bioactive fraction yang dihasilkan memiliki kemurnian yang lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak biasa.
DLBS menggunakan sumber-sumber kehidupan organisme seperti tumbuhan, hewan, dan mikroba untuk bahan risetnya, agar menemukan obat-obat baru dari bahan alam Indonesia. DLBS kini menjadi rumah bagi para periset handal Tanah Air. Ratusan saintis putra-putri Indonesia yang memiliki kompetensi berbagai disiplin ilmu, baik lulusan Dalam Negeri dan Luar Negeri bergabung di DLBS.
Berikut ini itensi-itensi dari DLBS dalam riset obat dari bahan alam Indonesia, yaitu:
1. Menemukan bioactive fraction dari bahan alam Indonesia untuk indikasi penyakit tertentu dengan menggunakan molekul target. 2. Mengembangkan produk bahan alam menggunakan pendekatan Farmakologi, baik secara in vitro dan in vivo. 3. Mendapatkan data klinis dari pasien pada penyakit yang diriset. 4. Mengembangkan fraksi/ekstrak yang memenuhi standar kualitas internasional.
Raymond kemudian menambahkan bahwa pengembangan produk bahan alam yang dilakukannya berdasarkan profiling Kimia dengan fase-fase sebagai berikut: Pengeringan, Ekstraksi, Ekstraksi dan Fraksinasi, Fraksionasi diikuti skrining molekuler, Teknologi Fraksinasi, Isolasi dan Sintetis.
Bahan baku yang dihasilkan DLBS merupakan hasil riset sendiri yang berasal dari biodiversitas Indonesia. "Dimulai dari penelitian biomolekuler, percobaan farmakologi hewan hingga uji klinis pada pasien-pasien di berbagai kota di Indonesia," kata Raymond Tjandrawinata menjelaskan.
Keberhasilan DLBS PT. Dexa Medica memproduksi bahan baku aktif obat herbal ini, tentu saja akan mendukung program pemerintah dalam kemandirian bahan baku obat nasional. Yang tidak kalah penting adalah memberikan nilai tambah bagi Indonesia, karena bahan baku aktif obat herbal dari DLBS ini dipatenkan di Indonesia dan di Internasional melalui skema Patent Cooperation Treaty. Redaksi OMAIdigital.id



















