Perkuat Kemandirian Bahan Baku Obat Nasional, Dirikan Pusat Kolaborasi Riset Mikroba Endofit
Tanggal Posting : Kamis, 25 Juni 2026 | 07:09
Liputan : Redaksi OMAIdigital - Dibaca : 120 Kali
Perkuat Kemandirian Bahan Baku Obat Nasional, Dirikan Pusat Kolaborasi Riset Mikroba Endofit
UII dan BRIN mendirikan Pusat Kolaborasi Riset Mikroba Endofit untuk mendukung kemandirian obat nasional.

OMAIdigital.id- Rektor UII, Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo mengapresiasi didirikannya Pusat Kolaborasi Riset (PKR) Mikroba Endofit dan Pusat Studi Invoasi dan Keunggulan Farmasi UII yang merupakan hasil kolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Prof. Hari Purnomo berharap pendirian lembaga tersebut harus berdampak luas bagi masyarakat. Artinya, hasil riset tidak sekadar menjadi tumpukan kertas tanpa manfaat tapi perlu ditindaklanjuti dengan menghasilkn sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Prof. Dr. Eng Agus Haryono, Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN mengatakan, sebagai negara megabiodiversitas, Indonesia menyimpan potensi mikroorganisme tak terbatas.

Salah satunya adalah mikroba endofit, mikroorganisme yang hidup di dalam jaringan tumbuhan, yang diketahui kaya akan metabolit bioaktif. Senyawa ini menyimpan potensi besar untuk dikembangkan menjadi kandidat antibakteri, antikanker, antimalaria, hingga imunomodulator.

Kehadiran PKR Mikroba Endofit ini menjadi ruang kolaborasi nasional yang sangat krusial untuk mengintegrasikan riset secara multidisipliner. Melalui kolaborasi dan sinergi para peneliti dari berbagai institusi, pusat riset ini memfokuskan kegiatannya pada eksplorasi dan hilirisasi senyawa aktif demi menjawab tantangan global, terutama dalam mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku farmasi.

Kepala Pusat Kolaborasi Riset (PKR) Mikroba Endofit UII, Asih Triastuti menjelaskan visi lembaga ini adalah menggali dan mengkarakterisasi biodiversits mikroba endofit dan orgnisme asosiasi dari berbagai ekosistem Indonesia.

Selain itu, mengembangkn riset multidisipliner dan inovatif dalam pengembangan mikroba endofit sebagai sumber bioaktif antimikroba, antikanker dan antimalaria serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia untuk mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berbasis mikroba endofit.

"Langkah strategis ini kian mengukuhkan posisi Farmasi UII sebagai institusi pendidikan tinggi berkelas dunia yang memadukan keunggulan akademik dengan kepemimpinan riset nasional.

Komitmen UII dalam menyelenggarakan pendidikan farmasi berbasis riset mutakhir ini telah diakui secara luas, terbukti dengan raihan Akreditasi Unggul dari LAM-PTKes serta sertifikasi internasional dari ASIIN (Jerman) untuk Program Studi Farmasi program Sarjana (S1) maupun Magister (S2).

Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa ekosistem akademik di UII dirancang untuk mencetak inovator yang siap bersaing di panggung global," kata Asih Triastuti pada peresmian Pusat Kolaborasi Riset (PKR) Mikroba Endofit dan Pusat Studi Invoasi dan Keunggulan Farmasi UII di Gedung GKU UII, Yogyakarta pada Selasa 23 Juni 2026 seperti dikutip dilaman web Berita Bernas. Redaksi OMAIdigital.id


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2026. All Right Reserved

@omaidigital.id

MENULIS sesuai FAKTA, MENGABARKAN dengan NURANI

Istagram dan Youtube: