![]() |
| Pengembangan Obat Bahan Alami Indonesia dilakukan dengan pendekatan sains modern dan evidence-based medicine berbasis bukti. |
OMAIdigital.id- Pakar Farmakologi Biomolekuler Indonesia mendorong integrative medicine- integrasi pengobatan menggunakan obat biodiversitas asli Indonesia yang telah melalui uji klinis ke dalam sarana Pelayanan Kesehatan Formal Indonesia.
Sarana pelayanan medis atau fasilitas pelayanan kesehatan: sarana yang dipakai untuk memberi layanan kesehatan, baik untuk mencegah, mengobati, maupun memulihkan kesehatan.
Jenis Sarana Pelayanan Medis:
- Puskesmas: Memberi layanan dasar di tingkat kecamatan atau kelurahan.
- Klinik: Tempat berobat jalan dengan tenaga medis umum atau khusus.
- Rumah Sakit: Tempat besar untuk rawat inap, bedah, gawat darurat, dan alat canggih.
- Praktik Mandiri: Tempat praktik pribadi oleh dokter atau bidan
Fungsi Pelayanan Medis:
- Promosi: Menjaga orang sehat tetap bugar.
- Pencegahan: Mencegah penyakit lewat imunisasi atau penyuluhan.
- Pengobatan: Menyembuhkan orang sakit.
- Pemulihan: Mengembalikan fungsi tubuh setelah sakit
Prof. Dr. Raymond Rubianto Tjandrawinata- pakar Farmakologi Biomolekuler- yang dikenal luas sebagai pelopor pengembangan Obat Modern Alami Integratif (OMAI) menilai langkah integrative medicine ini sangat diperlukan.
Agar Indonesia mampu menjadi produsen obat modern alami berstandar global di tengah proyeksi pasar herbal medicine dunia yang mencapai US$ 600 miliar pada 2030.
Pasar obat herbal di kancah internasional diprediksi akan terus mengalami lonjakan hingga menyentuh angka USD600 miliar pada tahun 2030 mendatang.
Saat ini, kekuatan besar dalam industri ini masih didominasi oleh Traditional Chinese Medicine asal China dan sistem pengobatan Ayurveda dari India.
Indonesia kini tidak ingin lagi hanya dipandang sebagai penyedia bahan baku mentah bagi negara lain. Melalui Dexa Group, Indonesia mulai menunjukkan taringnya sebagai produsen obat modern alami yang memenuhi standar kualitas global.
Prof. Raymond yang memiliki latar pendidikan: Meraih gelar M.S. dan Ph.D. di bidang Biokimia dari University of California, Riverside, serta melanjutkan penelitian postdoktoral di bidang Farmakologi Molekuler ini- mengungkapkan bahwa kesuksesan China dan India bukan sekadar karena kekayaan alamnya.
Kedua negara tersebut dinilai berani membangun ekosistem kesehatan yang mengintegrasikan obat herbal ke dalam sistem medis modern secara menyeluruh.
"Indonesia memiliki biodiversitas terbesar kedua di dunia yang menjadi modal sangat berharga. Ia menyebut langkah krusial selanjutnya adalah memasukkan obat berbasis bahan alam ke dalam layanan kesehatan formal nasional," ujar Prof. Raymond yang memiliki jejak Internasional: pada awal 1990-an, pernah terlibat dalam proyek Spacelab Life Sciences milik NASA.
Sebagai contoh, China telah menjadikan TCM sebagai bagian tak terpisahkan dari sistem rumah sakit nasional mereka hingga diakui dunia. Sementara itu, India membangun rumah sakit Ayurveda dengan dukungan riset serta uji klinis yang sangat kuat.
Kombinasi antara kekayaan alam, dukungan sains, serta sistem yang terintegrasi terbukti mampu menciptakan industri kesehatan yang mendunia.
Indonesia diyakini memiliki fondasi yang cukup kuat untuk mengikuti jejak kesuksesan kedua negara tersebut, lanjut Prof. Raymond- Direktur Eksekutif Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS) Dexa Group- yang juga Guru Besar & Penliti di Universitas Atma Jaya, Jakarta.
Pengembangan OMAI untuk Pasar Nasional & Global
Dexa Group berkomitmen mewujudkan kemandirian farmasi Indonesia melalui unit riset Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS). Selama lebih dari dua dekade konsisten mengembangkan OMAI.
Pengembangan OMAI dilakukan dengan pendekatan sains modern dan evidence-based medicine atau pengobatan berbasis bukti. Proses panjang ini melibatkan riset mendalam serta standardisasi bahan alam yang sangat ketat.
Tahapan utama dalam pengembangan produk OMAI meliputi:
- Melakukan riset biomolekuler untuk menemukan potensi zat aktif dari kekayaan alam Indonesia.
- Standardisasi bahan baku alam guna memastikan konsistensi kualitas di setiap produk yang dihasilkan.
- Melaksanakan uji klinis yang ketat untuk menjamin keamanan dan efikasi obat bagi pasien.
- Mengintegrasikan hasil riset ke dalam produk farmasi yang siap bersaing di pasar global.
"Indonesia perlu mengembangkan sistem serupa dengan mengintegrasikan obat berbasis biodiversitas ke dalam layanan kesehatan formal sebagaimana telah dilakukan di China dan India," kata Raymond dalam keterangannya (18/5/2026).
Sistem kesehatan di China- Traditional Chinese Medicine (TCM) sebagai bagian integral dari sistem rumah sakit nasional hingga diakui secara global. India mendirikan rumah sakit Ayurveda berskala nasional yang didukung oleh ekosistem riset serta uji klinis kuat.
Indonesia sendiri dinilai telah memiliki seluruh fondasi pengembangan obat berbasis biodiversitas tersebut. Melalui DLBS- Dexa Group konsisten mengembangkan OMAI berbasis sains modern dan evidence-based medicine selama lebih dari dua dekade.
Pengembangan OMAI oleh perusahaan tersebut meliputi riset mendalam, standardisasi bahan alam, serta uji klinis ketat untuk memastikan efikasi dan keamanan produk. Saat ini, ekspor produk fitofarmaka Indonesia telah menjangkau sejumlah negara seperti Filipina dan Kamboja karena dinilai memenuhi standar internasional oleh tenaga medis setempat.
Portofolio OMAI kini terus berkembang ke terapi kuratif berbasis sains, termasuk imunomodulator untuk penguatan sistem imun, terapi herbal untuk PCOS, hingga terapi pendukung pemulihan stroke berbasis biodiversitas Indonesia.
Dexa Group meyakini pengembangan ini dapat mendukung kemandirian kesehatan nasional sekaligus kontribusi di industri farmasi global.
"Indonesia memiliki biodiversitas terbesar kedua di dunia. Langkah selanjutnya adalah membangun sistem kesehatan yang mengintegrasikan obat berbasis biodiversitas alam ke dalam layanan kesehatan formal, sebagaimana China dan India telah membuktikannya," kata Prof. Raymond.
China membangun TCM sebagai bagian integral dari sistem rumah sakit nasionalnya hingga diterima sebagai global herbal drug. India mendirikan rumah sakit Ayurveda berskala nasional dengan ekosistem riset dan uji klinis yang kuat.
Keduanya membuktikan bahwa kekayaan alam yang didukung sains dan sistem yang terintegratif mampu melahirkan industri kesehatan berskala dunia. Indonesia memiliki seluruh fondasi itu.
Dexa Group hadir untuk membangunnya menjadi kenyataan. Selama lebih dari dua dekade, Dexa Group melalui
DLBS secara konsisten mengembangkan OMA) berbasis sains modern dan evidence-based medicine. Proses ini mencakup riset mendalam, standardisasi bahan alam, hingga uji klinis ketat untuk memastikan efikasi dan keamanan setiap produk yang dihasilkan. Redaksi OMAIdigital.id

















