![]() |
| Laris manis obat batuk herbal Indonesia di 4 Negara, potensi biodiversitas nusantara dapat jadi produk unggulan di pasar global. |
OMAIdigital.id- Potensi obat herbal Indonesia mendunia, cahayanya mulai bersinar. Kekayaan biodiversitas Indonesia dapat menjadi solusi mengerem ketergantungan impor obat, dan sekaligus menjadi alternatif terbaik untuk kemandirian obat berbasis Obat Bahan Alam.
Makin banyak obat herbal Indonesia yang sudah diteliti secara ilmiah sukses dipasarkan di Dalam Negeri dan ke Luar Negeri.
Nah...Obat Batuk Herbal Indonesia ini...sudah dirasakan khasiatnya di banyak negara...wow luar biasa.
Sok Sabay Obat Herbal Indonesia di Kamboja!

Ketika saya berada di Kamboja- 15-18 Desember 2019- melihat dari dekat dan bertanya ke berbagai pihak terkait di Kamboja tentang peluang pasar obat herbal Indonesia di Phnom Penh. Saya bertemu kalangan dokter di berbagai rumah sakit dan klinik. Bersua dengan pengusaha distributor obat dan toko obat/apotik di Kamboja.
Sebuah kebanggaan tersendiri, jika produk obat herbal Indonesia dapat dibeli, dan dikonsumsi di negara orang. Sok Sabay (Apa kabar- Bahasa Kamboja) obat herbal Indonesia di Kamboja?
Ketika saya berada di sebuah toko obat- yang juga menjadi bagian dari sebuah Klinik- milik keluarga dokter di Kamboja- yaitu Pharmacie Polyna, pada Selasa, 17 Desember 2019- saya membeli obat batuk herbal yang diimpor dari Indonesia.
Kebetulan, saya pagi hari ini mulai batuk. Saya membeli obat batuk herbal produksi Indonesia yaitu Herbakof di sebuat apotik di Kamboja!
Saya mengamati rak-rak obat di toko obat tersebut dan melihat beberapa produk obat herbal produksi Indonesia dipajang berbaur dengan berbagai produk lainnya. Hal serupa, saya lihat- ketika saya berada di PharmaMart- KhmerSoviet Friendship di Kawasan Khmer-Soviet Friendship Hospital, Kamboja. Sejumlah produk obat herbal Indonesia juga dijual di toko obat tersebut.
Jadi guys, produk-produk obat herbal Indonesia, mudah ditemukan di toko-toko obat di Kamboja. Nah, kalian jika sedang di Kamboja- apakah karena sedang bekerja, tugas bisnis, atau menjadi wisatawan- dapat membeli obat herbal produk Indonesia di toko-toko obat di berbagai wilayah di Kamboja.
Keberadaan obat herbal Indonesia di toko-toko obat di Kamboja, dan di instalasi farmasi rumah sakit- rumah sakit di Kamboja, tentunya sebuah kabar baik. Bahwasannya produk obat herbal Indonesia telah diterima oleh masyarakat kamboja dengan baik, dan juga diterima oleh kalangan tenaga kesehatan di Kamboja dengan baik, bahkan diaparesiasi oleh mereka.
Memasarkan HerbaCough- Obat Batuk Herbal Indonesia di Nigeria!

OMAI (Obat Modern Alami Integratif) semakin mendunia dengan terus merambah ke berbagai pasar global. Sebuah bukti bahwa hasil riset OMAI dan khasiat OMAI mendapat apresiasi dari konsumen global. Pada 6 Mei 2021, OMAI Dexa Group masuk ke pasar Nigeria...!
Adalah OMAI HerbaKOF yang masuk ke pasar Nigeria dengan brand Herbacough. Kehadiran OMAI di berbagai pasar global mengokohkan reputasi riset produk OMAI sebagai produk berstandar Internasional.
Dexa Group kembali menorehkan terobosan di Nigeria melalui peluncuran obat batuk herbal pertama di negara tersebut, yaitu: HerbaCough.
Country Manager Dexa Medica Nigeria and West Africa, Dhanang Anggoro menuturkan bahwa selama ini di negara tersebut sudah terdapat banyak obat batuk berbahan kimia. "Saat ini sudah banyak obat batuk kimiawi yang telah tersedia di pasaran. Banyaknya jenis obat batuk tersebut, justru membuat masyarakat kesulitan mencari obat batuk apa yang harus dikonsumsi," ujar Dhanang pada saat peluncuran produk HerbaCough di Lagos, Nigeria.
Mabuhay Obat Herbal Indonesia di Filipina!

Masyarakat Manila ternyata juga memiliki budaya mengkonsumsi Obat Herbal. Hal ini dibenarkan oleh sejumlah dokter di beberapa rumah sakit, dan pengusaha obat herbal yang saya temui selama saya berada di Filipina. Sejumlah produk obat herbal dari Indonesia juga sudah terkenal di Manila!
Oh ya guys, warga Manila dalam kesehariannya menggunakan Bahasa Tagalog dan Bahasa Inggris untuk kegiatan bisnis. Nah, kata Mabuhay itu artinya Selamat Datang. Disejumlah destinasi terpampang kata Mabuhay- untuk menyambut para tamu.
Selama saya di Manila pada 11-14 Desember 2019, Produk obat herbal Indonesia- dapat ditemukan antara lain dijaringan apotik terkenal di Indonesia yaitu Mercury Drug.
OMAI Dexa Group pertama kali dipasarkan di Manila pada Desember 2019, kemudian secara masif dipromosikan melalui media dan mulai dipasarkan secara luas sejak Mei 2020 dengan peluncuran produk seperti Inbumin. Saat ini, produk OMAI telah menjadi salah satu merek terkemuka di pasar Filipina.
Selain HerbaKOF, brand STIMUNO yang diproduksi Dexa Medica- pasarnya tumbuh dengan cepat di Manila dan mendapat apresiasi dari para dokter dan konsumen di Manila.
"Dukungan riset dari obat herbal sangat diperlukan untuk membangun kepercayaan para dokter di Manila. Kami ingin memastikan herbal yang kami gunakan memang didukung riset yang handal," ungkap salah satu Dokter Pediatri- Spesialis Anak di Manila yang saya temui- suatu sore di sebuah rumah sakit.
Inilah fakta yang harus dijadikan pembelajaran, bahwa para profesional di bidang kesehatan dari berbagai negara akan trust- akan menggunakan produk obat herbal Indonesia, apabila dapat menyodorkan bukti ilmiah melalui riset modern kepada mereka.
HerbaKOF di Pasar Indonesia!
HerbaKOF diproduksi oleh Dexa Medica adalah produk herbal yang mengandung Reconyl, fraksi bioaktif yang berasal dari kombinasi tumbuhan herbal asli Indonesia, yaitu daun Vitex trifolia, daun Abrus precatorius, rimpang Zingiber officinale, dan perikarp Phaleria macrocarpa.
HerbaKOF ditujukan untuk mengobati batuk yang disertai sakit tenggorokan. Kombinasi herbal dalam Reconyl telah terbukti secara empiris sebagai obat yang efektif untuk batuk. Selain itu, studi praklinis Reconyl telah mengkonfirmasi khasiat dan keamanan produk HerbaKOF.
HerbaKOF untuk pengobatan batuk dan sakit tenggorokan, didukung oleh sejarah panjang penggunaan empiris komposisinya. Vitex trifolia telah dikenal luas karena efek menguntungkannya pada saluran pernapasan, khususnya dalam mengobati batuk dan asma.
Flavonoid dan tanin dalam Vitex trifolia telah dipelajari untuk sifat anti-inflamasinya. Selain itu, Abrus precatorius dilaporkan memiliki aktivitas antitusif dan bronkodilator, yang membantu meningkatkan aliran udara ke paru-paru.
Komposisi lain, Zingiber officinale, dikenal karena aktivitas antitusifnya, yang dikaitkan dengan komponen polisakaridanya, mendukung penggunaan empirisnya yang populer untuk mengobati batuk kering.
Terakhir, Phaleria macrocarpa telah banyak dipelajari untuk aktivitas antiinflamasinya, yang sangat penting untuk mengelola batuk dan sakit tenggorokan secara efektif. Sebuah studi in vivo mengungkapkan bahwa Reconyl efektif dalam meredakan batuk dengan menekan langsung refleks batuk di pusat batuk di otak. Karyanto- Founder OMAIdigital


















