![]() |
| Hilirirasi Sektor Farmasi untuk Kemandirian Obat Nasional |
OMAIdigital.id- Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto menjekaslan bahwa pemerintah membentuk Satuan Tugas (Satgas) hilirisasi.
Ada 36 komoditas yang menjadi priroitas untuk hilirisasi, mulai dari mineral dan batubara hingga farmasi.
Airlangga mengatakan Satgas nantinya akan dinaungi berbagai kementerian terkait, seperti Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), hingga Kementerian Perindustrian.
Saat ini pemerintah tengah menyiapkan pembentukan satgas hilirisasi itu."Satgas hilirisasi kan kementeriannya sudah ada dari kementerian ESDM, Kementerian Investasi, dan kementerian perindustrian. Jadi ini sedang disiapkan," kata Airlangga di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu 4 Desember 2024.
Airlangga Hartarto menjelaskan Satgas hilirisasi tidak hanya berfokus pada hilirisasi di sektor mineral dan batubara (minerba). Namun, juga menyasar ke sektor agrikultur hingga farmasi. Bahkan Airlangga menyebut akan ada 36 komoditas yang diprioritaskan untuk hilirisasi.
"(Ada) 36 komoditas karena kalau dari industri kan banyak, termasuk di agrikultur juga, farmasi juga," jelas Airlangga seperti dikutip CNN Indonesia.
- Berita Terkait: Hilirisasi OBA Perlu Ditingkatkan, OMAI Menjadi Top Brand di Manila
- Berita Terkait: Kemenkes Gelar Forum Hilirisasi dan Optimalisasi Fitofarmaka di Yankes
- Berita Terkait: Kepala BSN, Kukuh S. Achmad: BSN Siap Dukung Program Hilirisasi
Presiden Prabowo Jadikan Hilirisasi Program Prioritas
Presiden Prabowo memiliki 17 Program Prioritas dan Delapan Program Hasil Terbaik Cepat untuk dicapai pemerintahannya bersama Kabinet Merah Putih.
Satu diantara Progam Prioritas adalah: Melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi berbasiskan sumber daya alam (SDA) dan maritim untuk membuka lapangan kerja yang seluas- luasnya dalam mewujudkan keadilan ekonomi.
Hilirisasi merupakan aktivitas pengembangan lebih lanjut hasil-hasil riset, invensi, dan/atau inovasi, agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, lembaga/instansi, dan DUDI (Kemristekdikti, 2019).
Dimaknai juga sebagai prosedur atau cara untuk mendekatkan hasil-hasil riset, invensi, dan/atau inovasi kepada penggunanya, yaitu masyarakat umum, lembaga pemerintahan, atau industri.
Jika ingin berhasil melakukan hilirisasi produk hasil riset Obat Herbal Terstandar (OHT) atau Fitofarmaka yang kini dikenal sebagai OMAI-Obat Modern Asli Indonesia, maka perlu memahami dan Manajemen Tahapan Hilirisasi Produk!
Tahapannya secara umum terdiri dari up stream dan down stream, yaitu terkait dalam beberapa hal penting ini, yaitu: raw material, suppliers, manufacture, distribution, consumers. Dan menggunakan diagram Proses Hilirisasi Produk: Standardisasi Bahan Baku, Uji Pra-klinik dan Uji Klinik.
Apa peluang yang dapat diperoleh: Sebagai substituent, Sebagai komplementer, Sebagai adjuvant Therapy. Lantas apa tantangannya? Masih banyak penelitian yang belum terhilirisasi atau masih dalam proses.
Siapa para pengampu kepentingan yang terkait sebagai kunci masa depan obat herbal? Adalah: ABGCM (Academica, Business, Government, Community, Media). Redaksi OMAIdigital.id



















