Seluruh Portofolio Dexa Group, Lebih dari 1.700 Produk Bersertifikat Halal
Tanggal Posting : Selasa, 5 Mei 2026 | 05:41
Liputan : Redaksi OMAIdigital - Dibaca : 93 Kali
Seluruh Portofolio Dexa Group, Lebih dari 1.700 Produk Bersertifikat Halal
Prestasi membanggakan, seluruh Portofolio Dexa Group Lebih dari 1.700 Produk Bersertifikat Halal.

OMAIdigital.id- Saat ini, seluruh portofolio Dexa Group- lebih dari 1.700 produk, telah bersertifikat halal dan terdistribusi ke lebih dari 13.000 fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia.

Sebuah prestasi yang membanggakan dan memenuhi harap konsumen di seluruh Indonesia. Capaian ini, lahir dari akumulasi keputusan strategis di laboratorium riset, ruang produksi, hingga sampai di gudang distribusi: dijaga konsistennya oleh ribuan karyawan selama hampir satu dekade.

Ya...sejak 2018, Dexa Group menempatkan halal sebagai bagian integral dari sistem mutu- diintegrasikan ke setiap tahap proses, dari hulu hingga hilir.

Dikutip dari laman web Dexa Group, filosofi yang menjadi fondasi policy korporasi- dipaparkan oleh Apt. Dwi Nofiarny, S.Si., M.Biomed, Head of Corporate Quality Audit & Pharmacovigilance Dexa Group.

Hal itu, dijelaskan pada Webinar Road to International Islamic Healthcare Conference & Expo (IHEX) 2026 di Jakarta, 24 April 2026. "Halal harus dibangun sejak awal. Dari riset, bahan baku, produksi, hingga distribusi. Semuanya harus terkendali," ujarnya.

Pendekatan ini dikenal dengan istilah halal by design-mengintegrasikan aspek halal sejak tahap riset dan pengembangan, jauh sebelum produk masuk ke ranah produksi massal. Bagi tim R&D, artinya pilihan bahan baku awal sudah memperhitungkan ketelusuran halal.

Bagi tim produksi, artinya sistem manajemen halal berjalan paralel dengan Good Manufacturing Practice (GMP). Bagi tim distribusi, artinya integritas status halal dijaga hingga produk sampai di tangan apoteker dan pasien.

Kerangka regulasi nasional kini berdiri di atas dua tonggak: PP No. 42 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal dan Perpres No. 6 Tahun 2023 tentang Sertifikasi Halal Obat, Produk Biologi, dan Alat Kesehatan. Penahapannya berbeda untuk setiap kategori.

Setelah tenggat obat bahan alam dan suplemen kesehatan pada 17 Oktober 2026, giliran obat bebas dan obat bebas terbatas pada 17 Oktober 2029, lalu obat keras dengan pengecualian psikotropika pada 17 Oktober 2034. Untuk produk biologi dan alat kesehatan kelas risiko D, tenggatnya 17 Oktober 2039.

Kebijakan ini menempatkan halal setara dengan mutu, keamanan, dan ketersediaan dalam standar sistem kesehatan nasional. Pada saat yang sama, ia memunculkan tantangan baru bagi industri.

Kurang dari enam bulan lagi, lanskap industri farmasi Indonesia akan berubah. Mulai 17 Oktober 2026, seluruh obat bahan alam, obat kuasi, dan suplemen kesehatan yang beredar di Tanah Air wajib mengantongi sertifikat halal.

Bagi 246 juta Muslim Indonesia-setara 87,08% populasi nasional menurut data Ditjen Dukcapil Kemendagri-tenggat ini menandai babak baru: kepastian halal kini menjadi standar dalam sistem kesehatan nasional.

Bagi sebagian pelaku industri, tenggat ini terasa mendesak. Bagi Dexa Group, ia menjadi validasi atas pekerjaan yang sudah berlangsung delapan tahun.

Keberlanjutan suplai menjadi tantangan terbesar yang dihadapi industri farmasi setelah sertifikat diterbitkan. Ketika sebuah produk halal kehabisan stok, dampaknya berantai: pilihan terapi menyempit, clinical pathway di rumah sakit terganggu, dan kepercayaan pasien tergerus.

Dwi Nofiarny menegaskan, "Kepastian halal harus berjalan seiring dengan kepastian ketersediaan, sehingga layanan kesehatan tidak terganggu."

Pandangan serupa datang dari sisi rumah sakit. Direktur Utama RS YARSI, Dr. Mulyadi Muchtiar, MARS, menempatkan kebutuhan pasokan obat halal dalam konteks paradigma layanan yang lebih luas. "RS syariah sebagai paradigma baru, bukan hanya berlabel Islami, melainkan sistem tata kelola komprehensif yang mengintegrasikan mutu medis modern dengan nilai maqasid al-syariah secara interoperabel," ujarnya.

Dalam paradigma ini, obat halal menjadi bagian dari clinical pathway dan digunakan sebagai standar pelayanan, kecuali pada kondisi darurat. Pasokan yang terjaga menjadi syarat agar sistem tata kelola rumah sakit syariah dapat berjalan utuh.

Di sinilah keunggulan halal by design terlihat. Karena halal sudah terintegrasi sejak hulu, Dexa Group dapat merespons dinamika bahan baku dan distribusi sambil tetap menjaga aliran suplai ke pasar. Sistem yang dibangun sejak 2018 memungkinkan obat-obatan Dexa Group hadir konsisten di ribuan rumah sakit, klinik, dan apotek-termasuk rumah sakit syariah yang menjadikan obat halal sebagai standar dalam clinical pathway.

Apresiasi atas Komitmen Dexa Group

Konsistensi ini telah diakui secara berlapis oleh otoritas halal nasional. Pada 2019, HerbaKOF-Obat Modern Alami Integratif (OMAI) kategori Obat Herbal Terstandar-menerima Halal Award dari LPPOM MUI.

Pada 2020, LPPOM MUI menetapkan Dexa Group sebagai pionir produk halal yang konsisten menerapkan Sistem Jaminan Halal di kategori Obat & Suplemen. Pada 2022, Kementerian Perindustrian memberikan Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) kategori Best Halal Innovation.

Pada 2023, Dexa Group menerima Halal Award untuk kategori Best Social Contribution on Halal Ecosystem dan Anugrah Argon Medica menerima Halal Award untuk kategori Best Halal System Implementation, yang keduanya dari LPPOM MUI.

Di tahun berikutnya, Dexa Medica meraih penghargaan IHYA 2024 dari Kementerian Perindustrian untuk kategori Best Halal Supply Chain; dan memuncak pada 2025 ketika dalam satu hari Dexa Group menerima dua penghargaan:

Corporate Halal Leadership Award dari Lembaga Pemeriksa Halal Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan, dan Kosmetika (LPH LPPOM) dalam kategori Innovation, Research, & Development dan IHYA 2025 dari Kementerian Perindustrian RI untuk Dexa Medica dalam kategori Perusahaan Industri Farmasi dan Obat Tradisional Halal Terbaik.

Rekam jejak ini menjadi fondasi kampanye komunikasi Dexa Group: Dexa, Halal Terjaga, Kualitas Terpercaya. Kampanye ini menjadi janji yang setiap harinya dipenuhi oleh kerja kolektif karyawan di enam fasilitas produksi yang seluruhnya bersertifikasi Sistem Jaminan Halal-Dexa Medica di Palembang dan Cikarang, Ferron Par Pharmaceuticals dan Fonko International di Cikarang, Beta Pharmacon di Karawang, dan Anugrah Amartha Global di Bogor.

Capaian ini membawa pesan penting bagi setiap karyawan Dexa Group. Sertifikat halal pada lebih dari 1.700 produk menjadi cerminan kerja seluruh divisi yang menjalankan core values setiap hari: Act Professionally dalam memilih bahan baku yang traceable, Strive for Excellence dalam membangun sistem mutu yang melampaui regulasi minimum, dan Deal with Care dalam memastikan obat yang sampai ke pasien benar-benar memenuhi standar yang dijanjikan.

Indonesia adalah negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Pada momentum tenggat 2026, mata industri farmasi nasional akan tertuju pada siapa yang siap dan siapa yang tertinggal.

Bagi Dexa Group, jawabannya sudah ditulis sejak 2018-satu produk, satu sertifikat, satu komitmen pada satu waktu. Halal terjaga, kualitas terpercaya. Di negara mayoritas Muslim, kepastian halal adalah amanat-yang dipikul kolektif oleh setiap karyawan yang bekerja di balik produk Dexa. Redaksi OMAIdigital.id


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2026. All Right Reserved

@omaidigital.id

MENULIS sesuai FAKTA, MENGABARKAN dengan NURANI

Istagram dan Youtube: