![]() |
| Stop Salah Kaprah. Profesor Farmakologi Ungkap Fakta Ilmiah Obat Generik di Indonesia. |
OMAIdigital.id- Prof. Raymond R. Tjandrawinata- Farmakolog Molekuler, Guru Besar Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya menjelaskan dengan rinci tentang perspektif ilmiah antara obat paten dan obat generik.
Penjelasan ini, semoga menjawab pertanyaan banyak pihak tentang apa perbedaan obat paten dan obat generik secara ilmiah. Dan siapakah produsen farmasi nasional yang menjadi market leader obat generik di Indonesia..?
Prof. Raymond R. Tjandrawinata dalam sebuah video di akun FB- menjelaskan perspektif ilmiah perbedaan obat paten dan obat generik sebagai berikut:
Banyak yang menanyakan apa perbedaan obat paten dan obat generik. Pertanyaan semacam ini banyak sekali- yang bertanya kepada saya- ada yang dari pasien, pengguna maupun dokter dan farmasis.
Jawabannya singkat, kualitas zat aktif tidak berbeda. Jadi intinya obat paten itu adalah obat yang masih dipatenkan, yaitu obat yang baru, hasil riset yang panjang dan berbiaya tinggi. Mulai dari disain molekulnya, uji-uji praklinis dan uji klinisnya dan itu memerlukan waktu bertahun-tahun.
Dengan demikian, maka biaya dan risiko pengembangan obat paten begitu besar. Dan karena itu, obat paten dilindungi Hak Kekayaan Intelektual yang disebut sebagai paten.
Sedangkan obat generik- dapat diproduksi setelah masa paten obat tersebut sudah habis. Jadi apa bedanya? Ya.. zat aktifnya sama, dosisnya sama. Dan karena zat aktifnya sama dan dosisnya sama, maka produsen wajib membuktikan secara klinis, yaitu dengan uji klinis yang namanya bioekivalensi.
Ini diharuskan oleh Badan POM atau health regulator setempat. Supaya uji klinis itu dapat menunjukkan kesetaraannya secara klinis dengan obat paten.
Jadi dengan demikian, maka obat generik itu tidak boleh asal diproduksi. Obat generik harus lulus uji klinis- yang disebut uji bioekivalensi. Artinya di dalam tubuh kita, cara kerja obat generik harus setara dengan obat paten.
Kalau tidak setara bagaimana? Ya obatnya tidak boleh beredar oleh Badan POM, sehingga Badan POM tidak akan memberikan nomor izin edar, jika tidak setara.
Uji Bioekivalensi adalah uji ekivalensi in vivo pada manusia untuk membandingkan bioavailabilitas atau farmakodinamik antara obat uji (obat generik) dan obat komparator (obat paten).
Kalau dari segi harganya, kenapa dapat berbeda ya, Prof? Harga berbeda itu bukan karena kualitas obatnya. Tapi, karena produsen obat generik tidak harus menanggung biaya riset dari nol. Jadi, yang kamu bayar saat membeli obat paten itu inovasinya.
Saat membeli obat generik, yang kamu bayar akses yang lebih terjangkau tanpa harus melakukan inovasi berulang.
Jadi ini adalah prinsip yang baik. Jangan menilai obat dari mahal atau murahnya. Jangan menilai dari harganya. Yang kamu dapat nilai adalah nomor satu, apakah ada izin edar dari badan POM setempat? Apakah ada bukti ilmiah? Apakah memenuhi persyaratan regulasi?
Nah, kalau obat gnerik sudah lulus uji bioekivalensi dari Badan POM, persyaratan penilaian Badan POM itu begitu tinggi dan susah, baik paten maupun generik. Tujuannya sama, yaitu agar obat aman dan efektif untuk pasien.
Market Leader Obat Generik di Indonesia
Peran dan keberadaan obat generik dalam sistem kesehatan Nasional sangat vital, karena ini menyangkut ketersediaan obat di dalam pelayanan kesehatan masyarakat di seluruh Indonesia.
Dexa Group menjadi perusahaan Farmasi swasta nasional pertama yang ikut serta mendukung program pemerintah di tahun 1991, yakni program Obat Generik Berlogo (OGB). Tidak heran, jika akhirnya, kini Dexa Group menjadi salah satu market leader produsen OGB di Indonesia.
Diawali dari pemikiran untuk berkontribusi menyehatkan Bangsa "Dexa untuk Bangsa" maka sejak Tahun 1991, OGB Dexa mulai diproduksi. Saat itu Dexa Medica adalah perusahaan farmasi swasta pertama yang memproduksi obat generik di Indonesia.
Sejak saat itu, OGB Dexa terus berkiprah dan mendapatkan banyak apresiasi. Tahun 1994 OGB Dexa masuk dalam DPHO Askes. Tahun 1995 OGB Dexa terus menambah range produk. Sejak tahun 2005 sampai saat ini OGB Dexa adalah pemimpin pasar untuk obat generik berlogo di Indonesia, dikutip dari laman web ogbdexa.com
OGB Dexa akan terus berupaya meluaskan penyebaran di masyarakat agar semakin banyak yang mendapatkan manfaat dari obat generik berkualitas. Salah satu caranya dengan terus melakukan edukasi dan meningkatkan ketersediaan OGB Dexa di apotik di seluruh Indonesia.
Pemerataan ketersediaan OGB itu penting. Dexa berkomitmen akan terus memperbesar bisnis OGB, apalagi sejak disahkannya Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).
Sebuah totalitas untuk mendukung Program BPJS Kesehatan, dalam memenuhi kebutuhan Obat Generik Berlogo (OGB). Dexa Group aktif mensosialisasikan & mengedukasi masyarakat dalam menggunakan OGB melalui iklan layanan masyarakat & tentunya bekerjasama dengan pemerintah.
Dexa Group menjadi Market Leader pada JKN maupun Swasta. DexaGroup menghadirkan pilihan obat berkualitas dengan harga terjangkau bagi masyarakat menengah.
Fasilitas & Kapabilitas Pabrik OGB Dexa Group
Kapabilitas & fasilitas pabrik OGB Dexa Group beragam dan memenuhi standar internasional untuk mendukung penjualan pasar domestik dan pasar internasional sehingga Dexa Group berada pada posisi yang unggul sebagai produsen OGB di Indonesia.
Berikut ini, fasilitas pabrik Dexa Group untuk menunjung memproduksi OGB yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia:
Pabrik PT. Dexa Medica di Palembang

Solid & Chepalosporin Production
Lini Produksi :
• Sediaan Padat (tablet, tablet salut dan kapsul)
• Sediaan Cairan (sirup)
• Sediaan Semi-Padat (krim, gel, salep, dan suppositoria)
• Cairan Steril (tetes mata, injeksi dalam ampul dan vial)
Sertifikasi :
• ISO 9001:2008
• UK-MHRA Certificate of GMP Compliance of a manufacturer
• CPOB
• Sistem Jaminan Halal
Pabrik PT. Ferron Par Pharmaceuticals di Cikarang

Solid, Liquid, Injectables & API Production
Lini Produksi :
• Sediaan Padat (tablet, tablet salut dan kapsul)
• Sediaan Cairan (sirup)
• Sediaan Semi-Padat (krim, gel, salep, dan suppositoria)
• Cairan Steril (tetes mata, injeksi dalam ampul dan vial)
Sertifikasi :
• ISO 9001:2008
• UK-MHRA Certificate of GMP Compliance of a manufacturer
• CPOB
• Sistem Jaminan Halal
Pabrik PT. Beta Pharmacon di Karawang

Solid Production
Lini Produksi :
• Sediaan Padat Oral
• Sediaan Cairan Oral
Sertifikasi :
• CPOTB
• CPOB
• Sistem Jaminan Halal



















