![]() |
| Hilirisasi riset Obat Bahan Alam menjadi Produk OMAI akan optimal, dengan dimasukkan dalam Sistem JKN. |
OMAIdigital.id- Transformasi riset ke industri bukan lagi pilihan, melainkan keharusan jika Indonesia ingin memenangkan masa depan sektor farmasi.
Selama ini banyak hasil penelitian lahir di laboratorium, namun belum semuanya mampu melangkah menjadi produk bernilai ekonomi, solusi kesehatan, dan kekuatan industri nasional. Padahal, ketika inovasi bertemu eksekusi, riset akan berubah menjadi dampak nyata.
Kunci kemenangan Industri Farmasi Indonesia terletak pada keberanian membangun ekosistem yang terhubung: peneliti yang visioner, industri yang adaptif, regulator yang progresif, serta pasar yang siap menerima inovasi anak bangsa.
Saat riset mampu dihilirisasi (Riset Obat Bahan Alam- OBA) menjadi obat, dengan teknologi kesehatan modern, dan produk obat herbal berdaya saing global, maka Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pemain utama.
Masa depan farmasi Indonesia dimulai dari hari ini: mempercepat kolaborasi, memperkuat investasi inovasi, dan menjadikan ilmu pengetahuan sebagai mesin pertumbuhan bangsa.
Dari laboratorium menuju industri. Dari ide menuju solusi. Dari Indonesia untuk dunia.
Berikut ini, dikutip dari berita yang dipublish oleh metrotvnews, berjudul: "Dari Laboratorium ke Industri: Strategi Meningkatkan Daya Saing Farmasi RI":
Ada satu kalimat kecil dalam piagam Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) yang justru menjadi inti dari sebuah pencapaian besar. Kalimat itu berbunyi: "dengan Mengintegrasikan Aspek Hukum, Farmasi , dan Etika".
Bagi Raymond R. Tjandrawinata, kalimat tersebut bukan sekedar pelengkap. Justru di situlah filosofi hidupnya sebagai ilmuwan dirangkum. Pada tanggal 20 April 2026, MURI resmi menetapkan Raymond sebagai peneliti Indonesia dengan publikasi Scopus dan paten terbanyak di bidang biomedis interdisipliner.
Sebuah rekor yang dibangun dari ratusan publikasi ilmiah internasional dan puluhan paten. Namun, bagi Raymond, angka bukanlah inti dari perjalanan.
Produktivitas Ilmiah Sukses Hilirisasi
Nama Raymond telah lama tercatat dalam berbagai indeks global seperti AD Scientific Index dan komunitas ilmiah internasional seperti Sigma Xi. Ia juga tergabung dalam British Publishing House, memperkuat pengakuan global atas kontribusinya. Namun yang membedakannya bukanlah jumlah karya, melainkan pendekatannya terhadap sains. Baginya, ilmu pengetahuan tidak boleh berhenti di laboratorium.
"Riset kesehatan harus mampu menembus regulasi dan etika agar benar-benar bisa digunakan masyarakat," kata dia, dalam keterangan tertulis, Senin, 27 April 2026.
Prinsip ini yang kemudian mendorongnya mengambil langkah-langkah yang tidak biasa: melanjutkan studi doktoral di bidang hukum di Universitas Pelita Harapan, di tengah kesibukannya sebagai Direktur Pengembangan Bisnis dan Ilmiah PT Dexa Medica, Raymond di Dexa Medica.
Periset NASA Sukses Menemukan Obat Herbal Indonesia
Sebelum kembali ke Tanah Air, Raymond sempat terlibat dalam penelitian di NASA melalui program Spacelab Life Sciences. Ia meneliti dampak mikrogravitasi terhadap kesehatan manusia, termasuk risiko osteoporosis pada astronot.
Pengalaman tersebut membentuk cara berpikirnya: variabel kecil bisa berdampak besar dalam sistem biologi. Ia kemudian melanjutkan penelitian di University of California San Francisco, salah satu pusat biomedis terkemuka dunia. Namun, keputusan terbesarnya justru datang ketika ia memilih pulang ke Indonesia.
Indonesia memiliki kekayaan hayati yang luar biasa, namun belum sepenuhnya dimanfaatkan dalam industri farmasi. Raymond melihat celah besar di sana. Di dalam negeri, ia mengembangkan konsep Obat Modern Alami Integratif (OMAI), sebuah pendekatan yang menjembatani jamu tradisional dengan standar farmasi modern.
Ia lalu memutuskan untuk pulang dan mengerjakan masalah itu dari dalam. Di Indonesia, dalam perjalanan itu bertemu dengan Dexa Group, dan mendiskusikan gagasan tentang integrasi sains, hukum, dan etika menemukan ruang penerapannya yang paling nyata. Bagi Prof. Raymond, penelitian bukan hanya soal menghasilkan pengetahuan baru, tetapi juga tentang bagaimana pengetahuan itu memperkuat daya saing Dexa Group sekaligus memberi kontribusi bagi kemajuan industri kesehatan nasional.
Salah satu yang paling mencerminkan filosofi itu adalah pengembangan Obat Modern Alami Integratif (OMAI). OMAI menempati posisi yang berbeda dari jamu maupun suplemen, karena pengembangannya menuntut pembuktian ilmiah, standardisasi, dan kepatuhan regulasi yang ketat. Setiap klaim terapeutik harus didukung data klinis yang tervalidasi, setiap kandungan harus terstandarisasi, dan setiap proses pengembangan harus memenuhi kerangka regulasi yang berlaku.
Di titik inilah pendekatan Prof. Raymond menjadi sangat relevan. Indonesia memiliki ribuan spesies tanaman dengan potensi medis yang belum sepenuhnya dieksplorasi. Namun potensi itu tidak otomatis menjadi solusi kesehatan. Ia harus melewati proses pembuktian ilmiah, standarisasi bahan baku, pemaparan regulasi, dan pertimbangan etis tentang bagaimana pengetahuan itu dikembangkan dan dimanfaatkan secara bertanggung jawab.
"Pengembangan fitofarmaka bukan hanya soal sains, tetapi juga soal bagaimana memastikan setiap inovasi dapat diterapkan secara bertanggung jawab dan memberi manfaat nyata," kata dia.
Di luar OMAI, Prof. Raymond juga terlibat dalam pengembangan teknologi sistem penghantaran obatdan eksplorasi molekul biologi baru, dua bidang yang mendorong kemampuan penelitian farmasi Dexa Group ke arah yang lebih kompetitif, baik di tingkat nasional maupun internasional. Pengakuan internasional ikut mengiringi perjalanan itu.
Sejak September 2025, Prof. Raymond tercatat sebagai anggota British Publishing House, menambah pengakuan internasional atas kiprahnya dalam komunitas ilmiah dan publikasi global. Ia juga masuk dalam berbagai pemeringkatan ilmuwan dunia, termasuk AD Scientific Index, serta menjadi bagian dari Sigma Xi, persekutuan ilmuwan penelitian yang anggotanya mencakup banyak peraih Nobel.
Meski demikian, ia tidak memandang Rekor MURI sebagai pencapaian perseorangan. Bagi Prof. Raymond, pencapaian itu adalah hasil kerja ekosistem, tim penelitian, institusi, industri, dan lingkungan yang memberi ruang bagi gagasan-gagasan lintas disiplin untuk tumbuh, diuji, dan diterapkan. Itu pula yang menjelaskan mengapa ia tidak pernah berhenti. Bukan karena apa yang telah dicapai belum cukup, tetapi karena ilmu pengetahuan memang belum mengenal garis akhir.
Regulasi terus berkembang, pertimbangan etis terus bergerak, dan kebutuhan masyarakat terus berubah. Peneliti yang ingin karyanya tetap relevan harus bergerak bersama semuanya. Sumber Berita: https://www.metrotvnews.com/read/kj2CDMBx-dari-laboratorium-ke-industri-strategi-meningkatkan-daya-saing-farmasi-ri



















