![]() |
| Inlacin Terbukti Ilmiah Terapi Integratif PMOS, Profesional Medis Regional meresepkan untuk para pasiennya. |
OMAIdigital.id- Direktur Eksekutif Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS), Prof. Raymond Tjandrawinata, PhD, JSD, LLM, FRSPH menekankan pentingnya pendekatan terapeutik integratif untuk pasien PMOS.
"Semakin banyak bukti ilmiah menunjukkan bahwa resistensi insulin merupakan pendorong utama dalam perkembangan penyakit. Oleh karena itu, pendekatan terapeutik harus mengevaluasi pasien secara komprehensif, termasuk memperbaiki profil metabolik mereka," kata Prof. Raymond.
Secara global, kondisi yang dikenal sebagai sindrom ovarium polikistik (PCOS) diperkirakan mempengaruhi lebih dari 170 juta wanita, atau sekitar satu dari delapan wanita usia reproduksi.
Prevalensi yang luas dan dampak yang besar dari kondisi ini menyebabkan konsensus global yang diterbitkan di The Lancet pada tahun 2026, yang mengusulkan perubahan nama dari PCOS menjadi sindrom ovarium metabolik poliendokrin (PMOS).
Nomenklatur baru ini dianggap lebih mencerminkan sifat multisistem dari gangguan tersebut, yang mencakup dimensi reproduksi, endokrin, metabolik, dan psikologis.
Pemahaman yang terus berkembang ini menggarisbawahi bahwa pengobatan harus menangani pasien secara holistik, khususnya aspek endokrin dan metabolik yang mendasari resistensi insulin.
Terapi Berbasis Bukti, Sinergi Pengobatan Integratif
Sebagai bagian dari komitmennya untuk memajukan terapi berbasis bukti, Dexa Group-melalui Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS)-mengembangkan Inlacin®, satu-satunya fitofarmaka antidiabetes di Indonesia yang diformulasikan menggunakan pendekatan pengobatan herbal berbasis bukti.
Inlacin® berasal dari kombinasi sinergis ekstrak kulit kayu manis (Cinnamomum burmannii) dan ekstrak daun crape myrtle raksasa (Lagerstroemia speciosa), yang keduanya telah menjalani penelitian praklinis dan uji klinis yang ketat sesuai dengan standar pengembangan farmasi modern.
Selain penggunaannya sebagai terapi kombinasi untuk pasien diabetes melitus tipe 2, penelitian terbaru menyoroti manfaat Inlacin® untuk pasien PCOS yang mengalami resistensi insulin.
Dari tahun 2013 hingga 2017, Dexa Group melakukan uji klinis pada pasien PCOS dengan resistensi insulin. Temuan menunjukkan bahwa Inlacin® meningkatkan skor Homeostatic Model Assessment of Insulin Resistance (HOMA-IR) sebesar 24%, yang mencerminkan peningkatan sensitivitas insulin yang signifikan. Hasil uji klinis ini telah dipublikasikan di dua jurnal ilmiah internasional terkemuka.
Menurut Prof. Raymond, temuan ini memperkuat posisi Inlacin sebagai alternatif terapi fitofarmasi yang layak untuk mendukung penanganan pasien PCOS dengan resistensi insulin, yang memiliki profil tolerabilitas yang baik dan efek samping gastrointestinal yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan metformin lepas lambat (metformin-XR).
"Kami mengembangkan Inlacin berdasarkan kebutuhan klinis akan terapi yang tidak hanya efektif memulihkan sensitivitas insulin, tetapi juga mempertahankan profil keamanan dan tolerabilitas yang kuat, menjadikannya pilihan yang dapat diandalkan untuk pasien tertentu berdasarkan evaluasi dokter.
Seluruh pengembangannya dipandu oleh kerangka kerja pengobatan herbal berbasis bukti," jelas Prof. Raymond seperti dikutip di laman web Dexa Group.
Pengakuan Profesional Medis Regional
Kepala Pemasaran di PT Dexa Medica, Jenny Octavia menyoroti bahwa Inlacin® telah memantapkan posisinya sebagai instrumen terapi kombinasi yang terpercaya di kalangan spesialis medis.
Jenny Octavia menjelaskan lebih lanjut bahwa Inlacin® merupakan satu-satunya sediaan fitofarmasi antidiabetes di Indonesia yang diintegrasikan oleh spesialis kesuburan, endokrinologi, dan reproduksi ke dalam protokol terapi kombinasi untuk mengobati pasien PMOS/PCOS dengan manifestasi resistensi insulin.
"Hingga saat ini, Inlacin telah mendapatkan kepercayaan dan diresepkan oleh lebih dari 60% praktisi medis di bidang fertilitas dan endokrinologi reproduksi. Ke depannya, komitmen kami adalah untuk memperluas jangkauan edukasi medis kami sehingga lebih banyak pasien dapat memperoleh manfaat dari intervensi terapeutik yang tepat dan relevan secara klinis," ujarnya pada simposium "Optimasi Manajemen PMOS" di Jakarta.
Keberhasilan inovasi fitofarmasi ini juga mendapatkan momentum regional. Adopsi dan resep Inlacin® oleh dokter di Filipina dan Kamboja semakin memperkuat pengakuan global terhadap penelitian biomolekuler Indonesia, yang didukung oleh validasi ilmiah yang ketat.
Perjalanan ini mencerminkan ketahanan Pengobatan Alami Modern Integratif-sebuah bukti inovasi adaptif dan komitmen terhadap pertumbuhan berkelanjutan. Redaksi OMAIdigital.id




















