![]() |
| Keunggulan OMAI menjadi kunci sukses dipasarkan dan diresepkan oleh dokter di pasar nasional dan internasional. |
OMAIdigital.id- Indonesia memiliki potensi sebagai negara dengan industri farmasi yang memiliki inovasi kelas dunia. Produk obat herbalnya, semakin luas digunakan di berbagai negara.
Produk obat herbal tersebut adalah Kategori Fitofarmaka yang beberapa tahun terakhir dikenal sebagai Obat Modern Alami Integratif (OMAI), sebuah inovasi cemerlang dalam dunia kesehatan yang diproduksi dan dikembangkan sepenuhnya di Indonesia.
OMAI bukan hanya obat baru, tetapi juga merupakan tonggak penting dalam pengembangan ilmu farmasi nasional yang mampu bersaing di tingkat global.
Adalah Profesor Farmakolog Molekuler Dexa Group dan Guru Besar Unika Atma Jaya yang menjadi pelopor pengembangan OMAI, yaitu: Prof. Raymond Tjandrawinata.
Menurutnya, obat herbal modern Indonesia tersebut menggunakan bahan tanaman asli Indonesia yang sudah diriset secara modern dengan molekul farmakologi.
"OMAI adalah obat bahan alam yang berasal dari tanaman asli Indonesia. Teruji secara ilmiah dan farmasetika modern serta telah memperoleh status sebagai Fitofarmaka," ungkap Prof. Raymond yang disampaikan disejumlah event nasional dan internasional.
Kehadiran OMAI, tentu menjawab pertanyaan para dokter di Indonesia dan di banyak negara, tentang produk obat herbal Indonesia yang sudah memiliki Evidence Based Medicine atau obat yang sudah dilakukan uji klinis kepada manusia.
Dalam pembuatan OMAI, Raymond berkisah menghadapi sejumlah tantangan dalam mengembangkan dan menciptakan terobosan-terobosan baru. Termasuk berinovasi dan menemukan pasar adalah tantangan yang penting untuk diselesaikan.
Sebagai obat yang diproduksi di Indonesia, OMAI telah melalui serangkaian uji klinis yang ketat untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya.
Penggunaan OMAI di pelayanan kesehatan dalam program JKN akan menjadi stimulus dan membangkitkan potensi biodiversitas Nusantara, sehingga proses hilirisasi riset Obat Bahan Alam asli Indonesia akan semakin pesat di kemudian hari. Semoga pemerintah segera menerbitkan kebijakan ini!
Apalagi obat herbal OMAI ini, sudah diresepkan oleh puluhan ribu dokter di kawasan ASEAN. Inovasi dan karya anak bangsa ini, tentu sebuah catatan tintas emas bagi Industri Farmasi Nasional- ditengah masih dominannya importasi bahan baku obat kimia!
15 Keunggulan OMAI: Inovasi Industri Farmasi Indonesia
Pusat Riset OMAI adalah Pionir Riset OMAI- memiliki 15 Keunggulan sebagai pembeda, sehingga unggul dalam banyak aspek, yaitu:
1. Komitmen menggunakan 100% Biodiversitas Nusantara
2. Discovery obat baru dari bahan alam dengan teknologi penapisan modern menggunakan metode TCEBS (Tandem Chemistry Bioassay System).
3. Proses ekstraksi di DLBS menggunakan Advance Fractionation Technology (AFT)- proses pembuatan ekstraksi bertingkat untuk menemukan fraksi spesifik yang tepat untuk mengobati penyakit. Bioactive fraction yang dihasilkan DLBS memiliki kemurnian yang lebih tinggi dibandingkan ekstrak biasa.
4. Hasil risetnya dipatenkan selain di Indonesia, juga di berbagai negara (Hak Atas Kekayaan Intelektual- yang diakui di tingkat internasional)
5. Uji klinis mengacu pada CUKB (Cara Uji Klinis yang Baik) yang ditetapkan BPOM
6. Mendukung Kemandirian Obat Nasional
7. Menggunakan pendekatan Biomolecular Science
8. Menggunakan pendekatan EBM- Evidence Based medicine
9. Melakukan produksi yang sesuai dengan Good Manufacturing Practices
10. Kegiatan litbang di DLBS, sudah diakreditasi independen oleh auditor KNAPPP (Kemenristek BRIN) dan AAALAC (Association for Assessment and Acreditation of Laboratory Animal Care International)
11. Sertifikasi laboratorium, dan proses riset yang mengacu pada standart internasional (ISO, GCP International)
12. Mendapat beragam penghargaan internasional dan nasional: WIPO Medal for Inventor Award, SINTA Award, Habibie Award, dan lain-lain.
13. Hasil riset terindek di Jurnal Internasional dan Nasional (Scopus, SINTA, dan lain-lain)
14. Mendapat trust dari profesi Kesehatan di Indonesia dan manca negara
15. Dipasarkan di pasar nasional dan global market. Redaksi OMAIdigital.id


















