![]() |
| Sinergi Pelayanan Kesehatan Tradisional, Kompelementer dan Integratif di Indonesia perlu kolaborasi para pihak terkait. |
OMAIdigital.id- Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (PKMK FK-KMK UGM) menyelenggarakan Webinar Nasional "Best Practices Pelayanan Kesehatan Tradisional, Komplementer dan Integratif."
Kegiatan ini diadakan pada Kamis, 24 September 2026. Tujuan Umum: Meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan pemahaman para tenaga medis (dokter umum dan dokter spesialis), tenaga kesehatan dan tenaga kesehatan tradisional, akan Best Practices Pelayanan Kesehatan Tradisional, Komplementer dan Integratif.
Sedangkan Tujuan Khusus: a.Mendorong pengembangan dan penerapan Best Practices Pelayanan Kesehatan Tradisional, Komplementer dan Integratif di fasilitas pelayanan kesehatan. b.Mendukung Pemerintah dalam pengembangan, pengkajian, penelitian dan pemanfaatan pelayanan kesehatan tradisional, komplementer dan integratif yang aman, bermutu dan efektif.
Narasumber yang tampil adalah:
- Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc., Ph.D: "Transformasi Pelayanan Kesehatan Tradisional dan Integrative Medicine di Indonesia."
- Dr. (Cand.) dr. Inggrid Tania, M.Si (Herbal), Ketua Umum PDPOTJI: "Konsep Pelayanan Kesehatan Tradisional, Komplementer dan Integratif, serta Penerapan Best Practices di Banyak Negara."
- dr. Ketut Ayu, MARS: "Sistem Pelayanan Kesehatan Tradisional, Komplementer dan Integratif di RS Ngoerah."
- Haryani, SKM, MHSM, Kepala Tim Kerja Kesehatan Tradisional, Direktorat Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Primer, Kemenkes RI.: "Regulasi Pelayanan Kesehatan Tradisional di Indonesia."
Pelayanan kesehatan tradisional dan komplementer, termasuk pengobatan herbal, memainkan peran yang semakin penting dalam transformasi/reformasi kesehatan dan pelayanan kesehatan di seluruh dunia (Negahban, Maleki & Abbassian, 2018).
Data WHO menunjukkan bahwa 80% populasi dunia bergantung kepada pengobatan tradisional terutama obat tradisional/ herbal karena mudah didapatkan dan relatif murah, di samping alasan minimnya efek samping dan kepercayaan yang tinggi akan efektivitasnya.
Pengobatan tradisional merupakan salah satu bentuk dari kearifan lokal atau ciri khas suatu bangsa, yang mana kearifan lokal ini di antaranya tergambar melalui perilaku masyarakat yang menggunakan flora dan fauna di sekitar mereka untuk mendukung kesehatan.
Hal ini menunjukkan bagaimana masyarakat masih mengandalkan pengetahuan yang diwariskan turun-temurun untuk memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan demi kesejahteraan dan kesehatan komunitas, sekaligus menciptakan hubungan harmonis antara manusia dan lingkungan (Yuzar, 2016).
Kolaborasi dan Sinergi Pelayanan Kesehatan Integratif
Komunitas pengobatan tradisional perlu menggunakan ’bahasa’ yang sama dengan komunitas pengobatan konvensional/alopatik untuk meyakinkan mereka bahwa pengobatan tradisional aman dan efektif, yaitu dengan menyajikan bukti ilmiah.
Komunitas pengobatan konvensional perlu memahami keterbatasan metode ilmiah yang ada saat ini, yang belum mampu memberikan "gambaran realitas yang akurat".
Metode ilmiah tidak dapat mengenali pengaruh keyakinan pribadi dan budaya terhadap persepsi maupun interpretasi mengenai fenomena alam.
Komunitas ini mungkin perlu sedikit melonggarkan ‘kekakuan’ standar ilmiah dan bersikap lebih pragmatis dengan mengakui bahwa manfaat kesehatan yang dirasakan oleh masyarakat adalah fakta dan realita.
dr. Inggrid Tania, M.Si (Herbal), Ketua Umum PDPOTJI mengutip pendapat Victor S. Sierpina, MD, mantan anggota American Board of Integrative and Holistic Medicine, serta Laura Nell Nicholson Family Professor of Integrative Medicine di University of Texas Medical Branch, AS menjelaskan:
"Masyarakat luas telah menggunakan terapi alternatif. Untuk memberikan pelayanan terbaik, maka tenaga profesional kesehatan harus mempelajari sisi positif dan negatif dari terapi-terapi tersebut.
Tenaga profesional yang berpikiran terbuka akan bekerja sama dengan pasien yang memiliki pemahaman memadai untuk mengintegrasikan terapi yang bermanfaat dan terbukti khasiatnya ke dalam praktik standar mereka.
Dalam situasi seperti ini, kepuasan pasien pasti akan meningkat dengan menerapkan penelitian ilmiah dalam mengevaluasi terapi alternatif, untuk melindungi pasien sekaligus memberikan perawatan terbaik yaitu model perawatan integratif." Redaksi OMAIdigital.id




















