Produsen OBA Mendapat Apresiasi Badan POM, OMAI Fitofarmaka Masuk JKN untuk Kemandirian Obat
Tanggal Posting : Senin, 5 Agustus 2024 | 15:45
Liputan : Redaksi OMAIdigital.id - Dibaca : 676 Kali
Produsen OBA Mendapat Apresiasi Badan POM, OMAI Fitofarmaka Masuk JKN untuk Kemandirian Obat
Mensegerakan OMAI Fitofarmaka Masuk Sistem JKN akan mendorong percepatan Kemandirian Obat Nasional.

OMAIdigital.id- Plt. Kepala Badan POM, Rizka Andalucia memberikan apresiasi kepada produsen Obat Bahan Alam (OBA)- sebanyak 6 industri kosmetik dan 8 industri OBA yang berkomitmen sebagai orang tua angkat bagi UMKM OBA dan kosmetik.

Industri OBA dan kosmetik memberikan pendampingan kepada UMKM untuk meningkatkan pengetahuan terkait perizinan, standar sarana, dan mutu produk, teknologi, hingga pemasaran, sehingga UMKM mampu memenuhi ketentuan,  dan berkembang cepat dengan daya saing yang tinggi.

Dexa Group bersama industri OBA lainnya mendapatkan apresiasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) agar memberikan edukasi dan pelatihan untuk pengembangan OBA bagi produsen UMKM.

Penandatanganan Program Orang Tua Angkat UMKM OBA dan Kosmetik dilaksanakan pada  Indonesia Wellness Festival (Wellfest) 2024 di Jakarta, Jum’at 2 Agustus 2024.

Business Development and Scientific Affairs Director Dexa Group, Prof. Raymond Tjandrawinata menjelaskan dengan penandatanganan komitmen tersebut, ke depannya Dexa Group akan memberikan dukungan berupa edukasi dan sharing knowledge kepada produsen UMKM yang memproduksi obat bahan alam.

"Hal ini merupakan sinergi yang baik antar produsen. Dexa Group menyatakan dukungan untuk mengembangkan ekosistem obat bahan alam yang potensinya sangat besar di Indonesia dan juga global," jelas Prof. Raymond seperti dikutip di laman sindonews.com.

Menurut Prof. Raymond, program ini dapat mendorong produk obat bahan alam di Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan dapat bersaing di pasar global.

Untuk lebih mendorong pemanfaatan obat bahan alam dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri seperti penggunaan ginseng oleh masyarakat di Korea Selatan, obat tradisional di China, ayurveda di India, maka Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) Fitofarmaka perlu didorong pemanfaatannya lebih luas.

"Karenanya OMAI Fitofarmaka perlu didorong masuk Formularium Nasional, sehingga dapat diresepkan para dokter. Fitofarmaka ini kekuatan Indonesia yang merupakan obat penemuan dari saintis Indonesia- dengan memanfaatkan bahan alam asli Indonesia, sehingga sudah saatnya digunakan oleh pasien JKN," tegas Prof. Raymond menambahkan.

Selain Penandatanganan Program Orang Tua Angkat UMKM OBA dan Kosmetik, dalam acara Wellfest 2024 juga digelar pameran produk obat bahan alam, suplemen kesehatan, dan kosmetik. Tak ketinggalan pula buku seri tentang anak-anak terbitan Teman Bumil dan Teman Parenting oleh Dexa Group.

Sinergi Membangun Ekosistem Kesehatan Berbasis Bahan Alam

Direktur Utama PT Dexa Medica, V. Hery Sutanto menjelaskan bahwa keikutsertaan Dexa Group dalam Wellfest 2024 merupakan bentuk sinergi dengan pemerintah dalam mengembangkan ekosistem kesehatan berbasis bahan alam.

"Seperti kita ketahui bersama potensi obat bahan alam Indonesia sangat besar dan Dexa Group ingin mengambil bagian dalam market share tersebut. Saat ini obat berbahan baku alam menghasilkan 31 obat Fitofarmaka dan Dexa Group berkontribusi sekitar 90% obat bahan alam yang masuk dalam OMAI Fitofarmaka," katanya.

OMAI Fitofarmaka Dexa Group, lanjut Hery Sutanto, tidak hanya mendominasi produk Fitofarmaka, tetapi juga kualitas produk OMAI Dexa Group telah dibuktikan dengan sukses di pasar ekspor, seperti: di Filipina, Nigeria, Kamboja, Vietnam, USA, Mongolia, Singapura, dan Timor Leste.

Hery Sutanto berharap dukungan pemerintah melalui regulasi yang mendorong pemanfaatan OMAI Fitofarmaka dalam Formularium Nasional, sehingga dapat dimanfaatkan oleh peserta BPJS Kesehatan. Produk OMAI Fitofarmaka Dexa Group antara lain: Stimuno, Inlacin, Redacid, dan Disolf. Redaksi OMAIdigital.id


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2026. All Right Reserved

@omaidigital.id

MENULIS sesuai FAKTA, MENGABARKAN dengan NURANI

Istagram dan Youtube: